Inilah Program Latihan Persib Selama Liga 1 Ditunda

Inilah Program Latihan Persib Selama Liga 1 Ditunda

INILAH, Bandung - Jajaran pelatih Persib Bandung terus mengingatkan para pemainnya untuk bisa menjalankan program latihan dengan baik, meski Liga 1 2020 mengalami penundaan yang cukup panjang.

Semula hanya sampai akhir Maret, kini penundaan terjadi hingga akhir Mei. Keputusan penundaan itu dikeluarkan secara langsung oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) karena sesuai dengan anjuran pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menetapkan keadaan bencana virus corona (Covid-19) hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Asisten pelatih Persib Bandung, Budiman mengatakan tidak ada waktu untuk bersantai. Sebab program ini memiliki manfaat yang sangat penting. Tujuan utamanya menjaga kebugaran pemain itu sendiri. "Nanti juga akan dilihat lagi saat latihan bersama. Karena pas kita gabung lagi, kita ada tes lagi," tegas Budiman saat dihubungi, Selasa (31/3/2020).

Budiman berharap kebugaran para pemainnya tidak mengalami penurunan yang sangat drastis. Minimal tidak kurang pada angka 60-70 persen. "Jadi jangan sampai kurang dari 60-70 persen. Biar kita (jajaran pelatih) enggak terlalu berat naikannya lagi," bebernya.

Selama ini, lanjutnya para pemain tetap diinstruksikan untuk berlatih secara mandiri. Sebab hingga saat ini virus corona (Covid-19) di Indonesia, masih menyebar. "Intinya anak-anak jangan sampai terlalu drop yah. Kita cuma maintenance saja," tuturnya.

Program itu, kata Budiman berupa freeletics, anaerobik, strength dan latihan sendi yang dijalankan selama empat kali dalam sepekan. "Senin program freeletics, Selasa ada anaerobik dari pa Yaya sama strength, terus Rabu ada latihan sendi, dan Kamis kembali lagi ke freeletic dan Jumat anaerobik sama strength, Sabtu Minggu libur," bebernya.

Meski dilakukan di kediamannya masing-masing, Budiman memastikan jajaran pelatih memantau proses latihan yang dilakukan para pemainnya. "Mereka harus setiap latihan harus mengirimkan video terus kita juga pantau. kalau latihan misalkan core berapa detik istirahatnya dan berapa repetisi jadi kita tahu lah. Anak-anak juga bilang banyak yang cukup malah ada yang bilang kurang, kalaupun kurang bisa nambah sendiri," jelasnya.(Muhammad Ginanjar)