DPRD Jabar Minta Masyarakat Bergejala Corona Segera Periksa

DPRD Jabar Minta Masyarakat Bergejala Corona Segera Periksa

INILAH, Bandung – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Dadang Kurniawan meminta kepada masyarakat, yang memiliki gejala corona virus disease 19 (covid-19) seperti batuk, demam, sesak nafas ataupun sakit tenggorokan, untuk segera memeriksa kesehatannya ke rumah sakit.

Dia mengatakan, hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah persebaran pandemi corona di lingkungan masyarakat. Dadang menghimbau, masyarakat tidak perlu takut untuk memeriksa sebab pengidap wabah tersebut bukanlah aib yang harus ditutup-tutupi.

“Kami mengajak, masyarakat untuk segera memeriksa kesehatannya jika mengalami gejala virus tersebut. Di kita ini, masalah corona masih terkesan aib. Jadi ditutup-tutupi dan merasa sehat. Padahal hal tersebut menjadi kendala untuk kita, dalam menangani musibah ini. Soalnya kan kalau tidak diperiksa, tidak akan ketahuan. Sementara penyebarannya sangat mudah,” ujar Dadang kepada INILAH, Senin (30/3/2020).

Dia berharap, masyarakat dapat pro aktif untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ketika memiliki gejala, serta terbuka dalam memberikan informasi kepada petugas kesehatan, agar dapat mencegah dampak yang lebih luas dalam persebaran pandemi covid-19.

“Kita sangat mengharapkan, masyarakat bisa lebih terbuka. Misal yang kena, dapat memberikan informasi secara jelas, darimana saja, bertemu siapa, atau apapun yang bisa dijadikan bahan bagi pemerintah untuk mengambil tindakan pencegahan. Sebab ini yang kita khawatirkan, karena merasa mengidap penyakit tersebut adalah aib, jadi enggan terbuka. Akhirnya penyebarannya makin luas, karena orang yang ada di sekitar pengidap enggak tahu,” jelas Dadang.

Tidak hanya itu, Dadang pun menghimbau kepada masyarakat khususnya di Jawa Barat untuk tidak melakukan aktivitas yang bisa menimbulkan keramaian, serta menghindari kerumunan guna mencegah penyebaran virus yang sudah menjangkiti masyarakat global tersebut.

“Meski kita sudah melakukan kontrol dan sosialisasi. Kita tetap mengharapkan masyarakat untuk menghindari kerumunan dan membuat keramaian seperti nongkrong, karena itu bisa menambah dampak penyebaran corona. Untuk menangani masalah ini, tidak bisa hanya pemerintah saja. Masyarakat juga harus bersama-sama membantu untu menghentikan penyebaran, dengan tidak melakukan aktivitas diluar rumah. Intinya harus disiplin dan peduli, salah satunya dengan menghindari kerumunan,” tandasnya. (Yuliantono)