Polisi Tunggu Rapat Lanjutan Soal Warga Jakarta ke Vila Puncak  

Polisi Tunggu Rapat Lanjutan Soal Warga Jakarta ke Vila Puncak  
istimewa

INILAH, Bogor - Aparatur kecamatan hingga Sat Lantas Polres Bogor menunggu rapat lanjutan terkait rencana Bupati Bogor Ade Yasin yang akan mengawasi vila - vila yang berada di Kawasan Puncak.

Hal itu seiring merebaknya kabar bahwa para pemililik vila yang umumnya warga DKI Jakarta akan berbondong - bondong ke Kawasan Puncak pasca DKI Jakarta ditetapkan lockdown atau dikarantina wilayah.

"Terkait rencana Bupati Bogor Ade Yasin yang akan mengawasi atau menyekat agar warga DKI Jakarta tidak 'mudik' ke Kawasan Puncak kami dari Kecamatan Megamendung siap menindak lanjuti, namun kami masih menunggu rapat lanjutan terkait teknis pelayanannya," ucap Endi Rismawan Camat Megamendung ketika dihubungi wartawan, Selasa (31/3/2020).

Mantan Sekcam Ciseeng ini menambahkan dari segi jumlah vila, di Kecamatan Megamendung jumlah vila tidak sebanyak jumlah vila di Kecamatan Cisarua.

"Dari 12 desa, vila paling banyak di Desa Cipayung dan Desa Kuta, kalau desa lain jumlah vilanya tidak terlalu banyak seperti di Kecamatan Cisarua," tambahnya.

Kades Cipayung Cacuh Budiawan menuturkan dari hasil pendataan jajarannya, jumlah vila di daerahnya ada 75 unit. Ia membenarkan bahwa mayoritas pemilik vila di wilayahmya adalah warga DKI Jakarta.

"Memang vila di Desa Cipayung mayoritas warga DKI Jakarta, kalau warga kami tidak ada yang punya vila. Kami siap melakukan pendataan dan pengawasan jika suatu saat dinstruksikan oleh Bupati Ade Yasin," tutur Cacuh.

Kanit Trantib Kecamatam Cisarua Mukhtar mengungkapkan saat ini tidak memegang data jumlah vila di 9 desa dan 1 kelurahan yang ada di wilayahnya karena saat ini sedang menjalani Work From Home (WFH).

"Jumlah persis vila ada di kantor  tetapi secara umum banyak dan tersebar di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Cisarua, kalau untuk pendataan dan pengawasan sih bisa dilakukan oleh Seksi Trantib Kecamatan Cisarua tetapi kalau untuk giat penyekatan jujur kami butuh bantuan tenaga dari Satpol PP Kabupaten Bogor," ungkap Muchtar.

Kepala Sat Lantas Polres Bogor AKP Fadly Amri juga menunggu rapat lanjutan terkait rencana pengawasan dan penyekatan arus kendaraan dari DKI Jakarta menuju vila - vila di Kawasan Puncak.

"Kami akan rapatkan dahuku terkait tekhnis dan taktis  serta cara bertindak dilapangan dalam upaya penyekatan arus kendaraan daei DKI Jakarta menuju vila di Kawasam Puncak, hal itu kami lakuka  agar  tidak kontraproduktif," lanjut AKP Fadly. (Reza Zurifwan)