Warga Kritik Tim Sisca Kabupaten Bogor, Apa Katanya?

Warga Kritik Tim Sisca Kabupaten Bogor, Apa Katanya?
istimewa

INILAH, Bogor –  Warga yang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Bogor mengkritik tim Satgas Siaga Corona (Sisca). Ada apa?

 

Warga Kecamatan Babakan Madang yang mengaku terkonfirmasi positif wabah virus corona mengaku baru kemarin dibolehkan  pulang dari salah satu rumah sakit di wilayah Kecamatan Cibinong, padahal hasil rapid test corvid 19 dirinya belum keluar dari laboratarium Kementerian Kesehatan.

 

"Saya yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kemarin diperbolehkan pulang dari salah satu rumah sakit padahal belum ada hasil test swap, celakanya hari ini hasil rapud test corvid 19 saya menyatakan bahwa saya terkonfirmasi positif wabah virus corona," ungkap sanak saudara pasien kepada wartawan, Selasa, (31/3).

 

Menurutnya, karena pamannya sudah pulang kerumah,  pasien menelepon Dinas Kesehatan agar anak istrinya di cek kesehatan namun jawaban mengecewakan malah yang kami dapatkan.

 

"Jangankan permintaan paman yang ingin anak dan istri bisa diperiksa rapid test corvid 19 yang dipenuhi, paman saya hingga kini tidak ditanggani lebih lanjut seperti diberikan surat rujukan untum dirawat di rumah sakit," tambah pria asli Provinsi Lampung ini.

 

Keluhan serupa juga disampaikan jurnalis Net TV Dedi Jumhana, warga Kecamatan Sukaraja ini dinyatakan ODP setelah mewawancarai Wali Kota Bima Arya  yang dikemudian hari dinyatakan terkonfirmasi positif wabah virus corona.

 

"Selama isoloasi mandiri  saya mendapat sangsi sosial dari masyarakat karena ada statement dari salah seorang bidan di Puskesmas Desa Nagrak, Sukaraja. Ia mengumumkan adanya ODP dengan cara yang tidak manusiawi yang akhirnya membuat resah warga dan enggan ketemu dengan saya karena takut tertular virus corona, padahal saya belum tentu terkonfirmasi positif terpapar wabah virus corona," kata Dedi.

 

Ia menuturkan tes swap yang dilakukan RSUD Kota Bogor hingga saat ini belum keluar hasilnya sedangkan masa isolasi mandiri pun selesai. Selama 14 hari saya merasa dalam keadaan sehat dan tidak merasakan keluhan atau gejala apapun dalam tubuh saya atau seperti ciri - ciri pasien yang terpapar wabah virus corona.

 

"Karena saya sehat dan masa isolasi atau inkubasi selesai, Saat pun meminta surat keterangan telah menjalani masa isolasi dan meminta pemeriksaan Puskesmas s

Sukaraja tempat domisili saya namun pihak Puskesmas melalui bidan tersebut tidak mau memberikan dgn alasan tes swab belum keluar bahkan saya tetap dilarang keluar dan saya dianggap carier atau pembawa virus corona padahal saya telah menjalani masa isolasi 14 hari dalam ke adaan sehat sedangkan pihak puskemas tidak pernah melakukan upaya medis tetapi mereka malah memvonis bahwa Saya pembawa virus corona," tuturnya.

 

Dedi melajutkan dirinya merasa ini super aneh  dengan tim Sisca Kabupaten Bogor karena selama masa isolasi mandiri dia belum pernah diperiksa kondisi kesehatannya.

 

"Di tengah keresahan wabah virus corona dan harap harap cemas menunggu hasil tes swap saya harus mendapatkan sangsi sosial dari masyarakat tetapi disisi lain Tim Sisca Kabupaten Bogor tidak ada upaya memeriksa atau mengecek kondisi kesehatan saya, malah mereka secara sepihak memperpanjang masa isolasi saya. Semoga sistem penangganan wabah virus corona yang berantakan ini menjadi atensi pemetintah dan tidak menambah atau membawa dampak negatif  lainnya," lanjut Dedi. (Reza Zurifwan)