Begini Cerita Orang Terdekat Neneng soal Titipan Terkait Meikarta

Begini Cerita Orang Terdekat Neneng soal Titipan Terkait Meikarta
INILAH, Bandung – Orang-orang terdekat Neneng Hasanah Yasin mengisahkan pengetahuan mereka tentang dugaan suap yang diterima bosnya dari proses perizinan proyek Meikarta. Dari supir, sekretaris pribadi, hingga ajudan.
 
Acep Abdi Eka yang pernah jadi ajudan Bupati Bekasi itu menyebutkan dirinya pernah menerima titipan yang disampaikan kepala dinas untuk Neneng. Setidaknya dua kepala dinas, yakni Kepala Dinas DPMPTSP Dewi Tisnawati dan Kepala Damkar Sahat Banjarnahor yang menyampaikan titipan tersebut.
 
“Titipan dari Bu Dewi dan Pak Sahat berupa papperbag. Mereka tak menjelaskan isinya. Hanya titipan untuk ibu,” katanya saat bersaksi untuk terdakwa Billy Sindoro dan kawan-kawan pada sidang dugaan suap perizinan Meikarta di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (16/1/2019).
 
Sementara itu sopir pribadi Neneng, Asep Effendi mengaku pernah mengantarkan surat dari Neneng untuk diserahkan kepada Yusuf Taufik. Setelah surat itu diberikan, Yusuf pun langsung menitipkan bungkusan berupa amplop besar bertali dan distaples. 
 
Sebelumnya, Agus Salim yang pernah jadi sekretaris pribadi Neneng, mengaku pernah menyerahkan draf IPPT dari DPMPTSP ke Neneng di rumah dinasnya. Setelah berkas ditandatangani, dia kemudian menerima titipan sebuah koper untuk diberikan ke ibu (Neneng) dari Yusuf Taufik (staf di Bappeda Bekasi, perantara Meikarta). 
 
“Kemudian di 2018, Yusuf Taufik kembali menitipkan sebuah tas ransel hitam untuk diserahkan ke ibu,” katanya. (*)