Sikapi Wabah Covid-19, UMKM KBB Inisiatif Produksi Masker

Sikapi Wabah Covid-19, UMKM KBB Inisiatif Produksi Masker
Ilustrasi (net)

INILAH, Ngamprah - Penyebaran virus corona (Covid-19) berdampak besar terhadap kondisi ekonomi di Jawa Barat. Salah satunya sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung Barat.

Dari informasi yang dihimpun INILAH, penurunan penghasilan UMKM di Kabupaten Bandung Barat mencapai 50 persen. Kabid UMKM KBB Wewen Surwenda mengatakan, ada instruksi dari kementerian bahwa pihaknya harus mendata UMKM yang terdampak wabah Covid-19.

"Sebenarnya kalau dihitung secara data  belum bisa terhitung secara keseluruhan karena keterbatasan keadaan, jadi kita tidak bisa memantau langsung ke lapangan," katanya saat ditemui INILAH di ruangannya, Selasa (31/3/2020).

Tapi, lanjut Wewen, ada satu aplikasi yang memang diberikan oleh pusat mendata siapa yang memang terdampak, dari data tersebut sebanyak 89 UMKM yang sudah mendaftar di aplikasi tersebut.

"Faktanya lebih dari itu, UMKM pasti semua terdampak. Pertama, dari segi pemasaran, banyak lokasi wisata di mana UMKM itu membuka usaha ditutup. Kedua, dalam hal operasional terutama bahan baku cukup mahal dan jarang, sehingga ini sangat dirasakan oleh UMKM hampir 90 persen pemasaran mereka merosot," jelasnya.

Menyikapi kondisi darurat penyebaran, Wewen menuturkan, UMKM di KBB saat ini berinisiatif membuat masker. Ia mengaku, pihaknya memiliki komunitas konveksi atau fesyen.

"Memang di antara mereka sudah melakukan pembuatan masker tersebut, ada yang dijual sendiri dan ada juga yang dibagikan. Semua tergantung pada UMKM-nya, jika UMKM-nya sudah mapan dalam permodalan mereka akan bagikan, namun bagi mereka yang punya modal minim ini jadi penghasilan," tuturnya.

Terkait kegiatan Pemkab Bandung Barat yang akan membagikan masker bagi masyarakat, Wewen mengaku, kemarin bupati sempat bertanya ada UMKM yang membuat masker dalam jumlah besar. Bupati memesan APD masker sebanyak 50 ribu pcs.

"UMKM  di kita sudah siap, namun mereka butuh modal, artinya harus ada dana talang dan ini dikerjakan di bawah forum UMKM," ujarnya.

Dikatakan Wewen, pihaknya telah berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan KBB terkait standarisasi Alat Pelindung Diri (APD) termasuk masker. Hasilnya, lanjut Wewen, standarisasi itu  berlaku bagi tenaga medis, pasien, dan rumah sakit.

"Kalau untuk antisipasi ini bisa menggunakan masker biasa, di samping membantu UMKM, ini juga pertolongan bagi UMKM yang mengalami kolaps," katanya.

Wewen menjelaskan, jumlah UMKM di KBB yang terdapat di KBB sebanyak 12 ribu pelaku, untuk fesyen di bawah 50 baik kelompok dan ada yang mandiri. "Untuk dana talang masih menunggu dari BPBD, karena dananya dari Belanja Tidak Terduga (BTT). SDM UMKM di KBB sangat siap untuk memfasilitasi membuat APD." jelasnya.

Wewen menambahkan, kendala UMKM saat ini belum memiliki smartphone, sehingga tidak bisa menggunakan aplikasi. "Pantauan kami saat ini, penghasilan UMKM menurun itu variatif, bahkan ada yang mencapai 50 persen," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum UMKM KBB Prana Ajisasdara mengaku, pihaknya berinisiasi untuk membagikan masker dengan di inisiasi oleh Forum UMKM dan Wakaf Salman ITB. Dikatakan Prana, untuk tahap awal mudah-mudahan bisa membagikan 3.000 masker yang merupakan hasil dari para pelaku usaha di Bandung Barat sendiri.

"Karena kita tahu dengan kondisi ini para pelaku usaha cukup sesak, apalagi di bidang kuliner dengan ditutupnya tempat wisata, omzet mereka hampir 80 persen hilang. Kalau untuk di bidang fesyen hanya beberapa atau sebagian yang mereka hanya menyediakan jasa menjahit," ujarnya.

Prana menjelaskan, untuk bidang usaha yang bersifat mandiri ada yang dapat order banyak, pihaknya mencoba membagikan masker secara gratis. "Kalaupun tidak bisa membagikan masker, kita bisa menyediakan masker yang murah bagi warga KBB yang tidak kebagian," jelasnya.

Prana menambahkan, jika pemerintah memberikan kompensasi, ia berharap, para pelaku usaha tidak konsumtif. Namun, harus bisa memanfaatkan agar bisa kembali menghidupkan usahanya yang telah kolaps pascapandemi Covid-19 ini. "Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini bisa segera selesai," harapnya. (agus sn)