Gaji ASN Dipotong, MUI: Kondisi Seperti Ini, Memang Harus Seperti Itu

Gaji ASN Dipotong, MUI: Kondisi Seperti Ini, Memang Harus Seperti Itu
istimewa

INILAH, Bandung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mendukung langkah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait rencana pemotongan Gaji ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemotongan itu rencananya dilakukan selama 4 bulan untuk membantu penanganan wabah virus corona atau Covid-19.

Ketua MUI Jabar, Rachmat Syafei mengatakan, sudah sejatinya sesama manusia harus saling tolong menolong dalam hal apapun. Salah satunya membantu negara mengatasi masalah sosial dan ekonomi akibat wabah virus corona atau Covid-19.

"Bantuan dari memotong gaji ASN ini kami dukung, masalahnya dalam kondisi seperti ini memang harus begitu," ucap Syafei saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (1/4/2020).

Selain itu, Syafei juga mengungkapkan, dalam ajaran Fiqih (bidang ilmu dalam syariat Islam yang membahas persoalan hukum, berbagai aspek kehidupan manusia) negara diperbolehkan meminta sebagian harta orang kaya, untuk membantu ummat lainnya yang membutuhkan.

"Bahwa negara itu memiliki kewenangan untuk mengambil sebagian harta orang kaya untuk kepentingan umat dalam pandangan fiqih itu tidak apa-apa. Artinya punya kewenangan untuk memaksa masyarakat, bukan hanya zakat saja, kalau itu kewenangan agama," ungkap Syafei.

"Tapi bagaimana dalam kondisi seperti ini Gubernur itu jangan ragu 'memaksa' (memotong Gaji ASN) untuk membantu seperti itu," sambungnya.

Lebih lanjut, Syafei menambahkan, sejatinya para ASN dapat mengerti akan kondisi bangsa saat ini yang tengah menghadapi wabah virus corona atau Covid-19. Pasalnya, dalam beberapa aspek negara pun kerap kali memerlukan bantuan dari masyarakat untuk bahu membahu dalam menangani masalah yang dihadapi.

"Artinya itu kan cuma diambil berapa persen saja (Gaji ASN), itu kan bukan untuk pribadi, walaupun ada negara tapi kemampuannya juga terbatas, seperti itu," pungkas Syafei.

Perlu diketahui sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, gaji seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar akan dipotong selama 4 bulan. Pemotongan gaji itu, berlaku untuk seluruh ASN, termasuk gubernur dan wakil gubernur.

Ridwan Kamil juga memastikan, para ASN bersedia memotong gaji atau tunjangan untuk membantu penanggulangan wabah virus corona atau Covid-19 di Jawa Barat. (Ridwan Abdul Malik)