Positif Covid-19 Purwakarta Nambah Satu, 32 ODP Negatif Corona

Positif Covid-19 Purwakarta Nambah Satu, 32 ODP Negatif Corona

INILAH, Purwakarta – Satuan Tugas khusus (Satgasus) Covid-19 Kabupaten Purwakarta kembali merilis terkait perkembangan penyebaran wabah corona di wilayah tersebut. Dari data yang masuk, pada Rabu (1/4/2020) ini jumlah orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19 di wilayah ini mencapai 187 orang.

Selain ODP, Satgasus juga menyampaikan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP). Sampai saat ini, jumlahnya menjadi 5 orang. Dengan kata lain, jumlahnya terus berkurang. Sedangkan, jumlah warga positif mengalami penambahan satu orang. Dengan begitu, jumlah warga positif corona ini menjadi dua orang.

Sekretaris Satgassus Covid-19 Purwakarta, Wahyu Wibisono, menuturkan, untuk ODP memang terus mengalami setiap harinya. Pada Selasa kemarin, pihaknya telah melakukan uji coba Rapid Test terhadap 32 dari 187 ODP yang terdata dan terindikasi memiliki gejala yang mengarah pada Covid-19.

“Alhamdulillah, hasil rapid test yang dilakukan sebelumnya menyatakan jika 32 orang yang berstatus ODP itu negative terpapar covid-19,” ujar Wahyu dalam press conference penanganan Covid-19 di Gedung Negara, Pemkab Purwakarta.

Wahyu menjelaskan, Rapid Test ini baru dilakukan kepada 32 ODP yang terkonfirmasi oleh Pemprov Jabar. Pihaknya memastikan, pemeriksaan kesehatan ini juga akan dilakukan secara bertahap kepada ODP lainnya.

Dia menambahkan, Satgassus Covid-19 Purwakarta juga menegaskan, jika saat ini kondisi Purwakarta masih relatif aman, karena belum masuk zona merah maupun transmisi lokal penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Perwakilan Satgassus Covid-19 Purwakarta, Elitasari Kusuma Wardani menambahkan, Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Dengan test tersebut, antibodi dalam tubuh seseorang terdeteksi, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona akan diketahui melalui antibodi. Namun, perlu diketahui pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

“Jadi, rapid test hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau Covid-19. Kita harap dengan uji coba ini, bisa mempercepat proses percepatan penanggulangan covid-19 di Purwakarta,” pungkasnya. (Asep Mulyana)