Cegah Covid-19, Pemkab Garut Amankan 8 Titik Pintu Masuk ke Garut

Cegah Covid-19, Pemkab Garut Amankan 8 Titik Pintu Masuk ke Garut
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Menyusul adanya temuan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut, Pemkab memberlakukan pembatasan sosial berskala besar. Untuk itu, Pemkab Garut melakukan pengetatan pembatasan pergerakan warga terutama menyangkut kedatangan warga dari luar Garut.

Guna mendeteksi sekaligus mencegah masuknya warga dari luar Garut ditengarai terpapar Covid-19, Pemkab Garut berencana memblokade sedikitnya delapan titik jalur jalan akses masuk ke Garut. Terlebih bertepatan menjelang Ramadan ini diperkirakan ada sekitar 50-70 ribu warga Garut pulang kampung dari kota-kota besar yang merupakan daerah zona merah.

Kedelapan titik jalur masuk yang akan diblokade tersebut yakni Kadungora, Balubur Limbangan arah Cibiuk, Pasar Bandrek, Cilawu, Samarang arah Majalaya, Rancabuaya perbatasan Cidaun Cianjur, Talegong perbatasan Pangalengan Bandung, dan Cibalong perbatasan Cipatujah Tasikmalaya.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, setiap warga yang melintas pada titik-titik jalur masuk tersebut akan diperiksa intensif kondisi kesehatannya. Di titik-titik tersebut juga dipasang tenda dan disiagakan petugas medis serta kendaraan ambulans.

"Selain pemeriksaan ketat, saat ini boleh ada karantina terbatas. Jadi, kalau saya sekarang melakukan karantina satu kecamatan itu diperbolehkan,” kata Rudy, Selasa (1/4/2020).

Rudy menegaskan, langkah pengetatan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang masuk Garut itu dilakukan guna memastikan kesehatan dan keamanannya bagi keluarganya di rumah dan lingkungannya.

”Kita tahu, banyak warga Garut yang saat ini hidup di luar daerah kesulitan beraktivitas usaha di sana. Data dari Kodim 0611 Garut, hasil temuan intelijen diperkirakan ada 70 ribu lebih pemudik yang akan pulang ke Garut. Meski Pemkab sendiri melalui statistik kasar sekitar 50 ribu lebih. Tapi data yang akan kita gunakan dari Pak Dandim,” imbuhnya. (Zainulmukhtar)