Para Penggawa Persib Putri Lelang Jersey

Para Penggawa Persib Putri Lelang Jersey
Istimewa

INILAH, Bandung - Para penggawa Persib Putri ramai-ramai lakukan kegiatan sosial di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Mereka melakukan aksi lelang jersey. 

Kegiatan ini merupakan aksi sosial bertajuk #SepakbolaWanitaMelawanCovid19, yang digagas Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). 

Hasil dari lelang jersey ini akan diperuntukkan untuk membantu para dokter, perawat dan tenaga medis lainnya agar mendapat APD (Alat Pelindung Diri) dalam menangani pandemi virus corona.

Sejauh ini, baru empat pemain Persib yang turut ambil bagian di kegiatan lelang jersey ini. Mereka adalah Zahra Naqiyyah, Risqiyanti, Pani Oktavianti dan Siti Latipah Nurul Inayah. Keempatnya serentak melakukan lelang jersey yang dikenakan pada musim 2019 ini pada akun instagram pribadinya. 

Siti Latipah Nurul Inayah atau yang akrab disapa Uyung mengaku ingin ikut berkontribusi melalui aksi sosial untuk membantu tenaga kesehatan dalam menangani wabah virus corona ini. 

"Bukan hanya Uyung juga, tapi sama pemain sepak bola wanita lainnya, se-Indonesia. Ada dari Persija, Arema, Tira Persikabo, Persebaya, banyak sih," kata Uyung saat dihubungi, Rabu (1/4/2020). 

Uyung pun tak hanya melelang jersey Persib Putri, namun juga melelang satu jersey saat ia masih terlibat di Liga Pro Futsal. Keduanya jersey ini memiliki kenangan yang cukup manis. 

"Pertama, yang jersey futsal itu buat Uyung ada kesan tersendiri, bersama jersey itu punya cerita sendiri. Kalau yang liga putri, itu kan tahun lalu, cuma masih bagus dan masih layak untuk dijual, apalagi ini hasilnya 100 persen buat kemanusiaan bukan buat Uyung," bebernya. 

Uyung berharap kegiatan ini bisa membantu para petugas medis. Sehingga seluruh masyarakat yang terpapar virus corona bisa ditangani dengan baik. 

"Dan buat Bobotoh dan keluarga di Indonesia untuk saay ini ikuti arahan Pemerintah dulu aja. Diam di rumah, jangan ngebandel untuk keluar buat hal-hal yang gak penting. Jangan kesehatan dan jaga makanan," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)