Rapat Pergeseran APBD Kabupaten Bogor 2020 via Video Streaming

Rapat Pergeseran APBD Kabupaten Bogor 2020 via Video Streaming
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Badan anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TPAD) Kabupaten Bogor melibatkan teknologi untuk melakukan rapat secara virtual atau video streaming.

Hal ini karena dalam rapat pergeseran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun 2020, peserta rapat dibatasi sesuai maklumat Kapolri dan Menteri Dalam Negeri.

"Tidak semua anggota Banggar DPRD dan anggota TAPD Kabupaten Bogor yang hadir dalam rapat pergeseran APBD Kabupaten Bogor tahun 2020, hanya kepala atau ketua saja, sisanya hadir dalam video streaming," ujar KH Agus Salim Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor kepada wartawan, Selasa (1/4).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menerangkan keputusan melibatkan video streaming dalam  rapat pergeseran APBD tahun 2020 ini sebelumnya diputuskan oleh badan musyawarah (Bamus) DPRD Kabupaten Bogor.

"Bamus DPRD yang memutuskan bahwa rapat pergeseran APBD Kabupaten Bogor  Tahun  2020 ini menggunakan video streaming dan ini pun sesuai petunjuk serta izin dari Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy," terangnya.

KH Agus menuturkan walaupun jumlah peserta rapat pergeseran APBD Tahun 2020 lebih dari 20 orang, agar mengurangi resiko terapapar wabah virus corona maka pihaknya pun menerapkan social atau physical distancing.

"Peserta rapat selain jarak duduknya diatur atau lebih dari 1 atau 2 meter (social distancing), sebelum memasuki Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor punereka harus menjalani protokol kesehatan seperti deisemprot uap zat disinspektan, cuci tangan menggunakan hand sanitizer dan pengecekan suhu tubuh," tutur KH. Agus.

Dihubungi terpisah, Kabid distribusi dan cadangan pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor Jona Sijabat mengaku tidak masalah rapat pergeseran APBD Tahun 2021 dilakukan menggunakan video streaming.

"Kita tetap di Kantor DKP, tetapi tetap menyaksikan dan hadir dalam rapat pergeseran APBD Tahun 2020. Kalaupun  nanti dibutuhkan data cadangan pangan dalam menghadapi wabah virus corona baru akan disampaikan oleh Plt Kepala DKP Farida Huriyati yang hadir dalam rapat ini," kata Jona. (Reza Zurifwan)