8 Kecamatan Terendam Banjir, Ridwan Kamil Pastikan Pengungsi Jalani Rapid Test

8 Kecamatan Terendam Banjir, Ridwan Kamil Pastikan Pengungsi Jalani Rapid Test
Foto: Bambang Prasethyo

INILAH, Bandung- Sebanyak delapan dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung terendam banjir akibat  hujan dengan intensitas tinggi di kawasan Bandung Raya. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Enjang Wahyudin, mengatakan Kecamatan Baleendah, Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Rancaekek, Kecamatan Ciparay, Kecamatan Katapang, Kecamatan Solokanjeruk dan Kecamatan Kutawaringin, menjadi wilayah yang terendam banjir.

"Pada 1 April ini terdapat  30.658 Kepala Keluarga (KK) dengan 101.644 jiwa yang terdampak banjir. Jumlah warga yang mengungsi tercatat sebanyak  1.130 KK dengan  3.298 jiwa. Lokasi pengungsian ada di Gedung Inkanas, Shelter Parunghalang, Mesjid Al-Hidayah, Madrasah Nurul Haq, SDN 2 Bojongsoang, SDN Cijagra, Mesjid RW 17, Shelter Dayeuhkolot dan Ashofia," kata  Enjang, Rabu (1/4/2020).

Enjang melanjutkan, banjir ini juga merendam sebanyak 24.602  rumah,  45 sekolah, 95 tempat ibadah,  dan 45 fasilitas umum yang terendam banjir. Ketinggian air yang merendam pemukiman ini mulai dari 30 sentimeter hingga 3 meter.

"Kelurahan Andir menjadi wilayah dengan ketinggian air yang tinggi," ujarnya.

Di sisi lain,  Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang melakukan kunjungan ke beberapa lokasi banjir Bandung Selatan mengatakan, banjir saat ini meningkat empat kali lipat. Ini terjadi karena hujan  tiga hari berturut-turut. Meskipun Curug Jompong sudah dimaksimalkan, tetapi banjir ini hanya bisa dikurangi jika Sodetan Cisangkuy selesai.

Saat ini Sodetan Cisangkuy masih dalam tahap pembangunan. Ia berharap pembangunan sodetan Cisangkuy bisa cepat rampung sehingga dapat menuntaskan permasalahan banjir di kawasan Bandung Selatan.

"Tim PUPR juga tengah merapatkan upaya percepatan Sodetan Cisangkuy. Kalau sudah selesai maka tidak akan banyak air yang datang. Nantinya Sodetan Cisangkuy ini bisa melengkapi Curug Jompong, yang saya lihat sudah maksimal. Tetapi memang belum tuntas karena menunggu selesainya Sodetan Cisangkuy dan Danau baru yang ada di Andir," kata Ridwan Kamil.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga meminta agar para pengungsi diberikan masker. Kemudian diberikan jarak aman dari sisi kesehatan agar terhindar dari wabah virus corona. Selaim itu, ia juga akan mengirimkan rapid tes untuk uji sampling para pengungsi. Tujuajnya untuk memastikan bahwa tidak ada pengungsi yang terkena virus corona.

"Ini untuk memastikan kalau para pengungsi ini tidak ada yang terpapar virus corona. Dan kalau hasil rapid tes menunjukan adanya indikasi nantinya akan kita tarik ke unit-unit pelayanan kesehatan," ujarnya. (rd dani r nugraha)