KLHK Bagikan Minyak Kayu Putih untuk Mencegah Covid-19

KLHK Bagikan Minyak Kayu Putih untuk Mencegah Covid-19
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Sleman - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lewat Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (Biotifor) dan Koperasi Wana Mandiri Badan Litbang dan Inovasi di Yogyakarta membagikan paket minyak kayu putih terbaik dan ramuan herbal untuk meningkatkan imun tubuh kepada desa sekitar kantor di Desa Purwobinangun, Pakem, Sleman.

Bantuan diserahkan Kepala Balai Besar dan Ketua Koperasi Biotifor berupa bantuan sebanyak 450 paket kepada tiga Kepala Dukuh, Kamis (2/4/2020).

"Paket bantuan diserahkan kepada Herybertus Suroto Kepala Dukuh Bunder, Herjunanta Kepala Dukuh Sembung dan Hartinah Kepala Dukuh Glondong dimana masing-masing pedukuhan menerima paket berisi 100 botol minyak kayu putih dan obat herbal 50 kemasan," kata Kepala Balai Besar Biotifor Dr Nur Sumedi.

Menurut dia, Kayuputih Biotifor Yogyakarta merupakan kayu putih terbaik karena kandungannya 100 persen minyak kayu putih, kadar 1,8 cineole, diambil dari klon elit yang dimiliki KLHK, yang berkhasiat untuk berbagai macam pengobatan.

"Selain untuk mengobati masuk angin, pilek, batuk, minyak kayu putih sangat mujarab untuk pereda flu," katanya.

Ia mengatakan, caranya cukup sederhana yakni air yang dihangatkan ditetesi minyak kayu putih Biotifor, kemudian uapnya dihirup. tambahnya.

"Imun tubuh yang kuat merupakan obat untuk melawan Covid-19. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya menindaklanjuti instruksi Menteri LHK untuk berkontribusi semaksimal mungkin dalam penanggulangan Covid 19," katanya.

Ketua KPRI Wana Mandiri Ir Harry Budisantoso mengatakan kegiatan yang dilaksanakan KPRI Wana Mandiri bersama Biotifor Yogyakarta ini sejalan dengan tujuan didirikannya koperasi yaitu membantu memperbaiki taraf hidup maupun ekonomi para anggotanya serta masyarakat sekitar.

Kepala Dukuh Bunder Herybertus Suroto mewakili kepala dukuh lainnya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian kantor kepada masyarakat sekitar.

"Saya sangat terharu, saya ucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan ini, semoga kita senantiasa diberi kesehatan. Desa Purwobinangun belum ada yang positif tapi kita tetap harus mawas diri," katanya. (antara)