Sebelum Meninggal, Pasien PDP Covid-19 di RSU Garut Sempat Melarikan Diri

Sebelum Meninggal, Pasien PDP Covid-19 di RSU Garut Sempat Melarikan Diri
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Dua warga Garut pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 dirawat di ruang isolasi RSU dr Slamet Garut meninggal dunia, Rabu (2/4/2020) malam WIB.

Salah satunya tercatat sebagai PDP yang sempat kabur dari perawatan RSU Garut, yakni seorang laki-laki berusia 20 tahun asal Kecamatan Cigedug. Sedangan PDP lainnya laki-laki berumur 55 tahun asal Kecamatan Leles.

Belum diketahui, penyebab kematian kedua PDP tersebut. Apakah karena terjangkit Covid-19 atau penyebab lain.

“Keduanya berstatus PDP, tapi belum tentu positif virus corona. Keduanya datang sudah dalam kondisi sakit,” kata Jubir Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat, Kamis (2/4/2020).

Menurut Ricky, warga di daerah kedua PDP meninggal dunia sempat resah meskipun tak ada penolakan akan pemakaman jenazahnya. Warga hanya meminta kepastian status (penyebab kematian) pasien, serta agar rumah dan lingkungan warga setempat disemprot desinfektan.

Sebelumnya, pada 26 Maret 2020, dua PDP Covid-19 juga meninggal dunia saat masih dalam perawatan di ruang isolasi RSU dr Slamet Garut. Keduanya perempuan. Satunya berusia 40 tahun, dan satunya lagi balita berumur 2,5 tahun. Keduanya dipastikan meninggal bukan karena terjangkit Covid-19 melainkan penyebab lain.

Dengan meninggalnya kedua PDP tersebut, PDP Covid19 masih dirawat di RSU dr Slamet Garut hanya tinggal dua orang dari sebelumnya empat orang. Seorang pasien lain masih dirawat di ruang isolasi RSU dr Slamet Garut berstatus positif Covid-19.

"Kondisi pasien positif Covid-19 sudah membaik. Namun dalam beberapa hari ke depan, akan diperiksa lagi," ujar Ricky.

Ricky menuturkan, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut hingga kini mencapai sebanyak 1.175 kasus, terdiri atas satu kasus positif Covid-19, 16 kasus PDP, dan 1.158 kasus ODP.(zainulmukhtar)