Sambil Tunggu Izin Menkes, Kota Bogor Tetap Siapkan PSSB

Sambil Tunggu Izin Menkes, Kota Bogor Tetap Siapkan PSSB
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memastikan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) tetap dipersiapkan meski harus melalui serangkaian kajian dan persetujuan Menteri Kesehat dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat pusat.

Untuk memperkuat hal ini, Pemkot Bogor akan bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor agar pemahaman eksekutif dan legislatif sejalan.

Dedie mengatakan, sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, Kota Bogor melaksanakan persiapan pembentukan RW Siaga Corona agar ada kesatuan langkah antara pusat, provinsi dengan kota atau kabupaten.

“Kemarin 1 April 2020 kami baru menerima PP 21 tahun 2020 yang mensyaratkan bahwa PSSB harus melalui serangkaian kajian dan persetujuan Menteri Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ungkap Dedie kepada wartawan di Bogor, Kamis (2/4).

Dedie melanjutkan, Kota Bogor mengambil sikap untuk tetap melaksanakan pembatasan sambil mempersiapkan persyaratan pelaksanaan PSSB. Rencananya Pemkot Bogor akan bertemu dan berdiskusi dengan Badan Musyawarah DPRD Kota Bogor pada 7 April agar ada pemahaman bersama antara eksekutif dan legislatif.

“Langkah lain dalam konteks pembatasan adalah menerbitkan Surat Keputusan Bersama Forkopinda, MUI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang menghimbau pelaksanaan ibadah keagamaan di rumah masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, data terupdate Covid-19 Kota Bogor dirilis oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menyatakan data orang dalam pemantauan (ODP) adalah 697 orang dengan tingkat yang diselesaikan 299 orang dan masih dalam pemantauan 398 orang.

 “Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Kota Bogor ada 56 orang, telah selesai tujuh orang dan ada 36 orang masih dam pengawas rumah sakit seperti RS Siloam, RS Senior Hospital dan RSUD Kota Bogor,” ungkap Retno.

Retno melanjutkan, sementara untuk PDP yang meninggal sudah ada 13 orang, Beberapa PDP yang meninggal masih menunggu hasil tes swab dari Litbangkes Kementrian Kesehatan.

“Untuk yang terkonfirmasi positif ada 28 orang, termasuk Wali Kota Bogor. Dalam pengawasan RS ada 21 orang dan jumlah pasien meninggal ada tujuh orang. Jumlahnya tetap ada 28 orang hari ini,” pungkasnya. (rizki mauludi/ing)