Pulih dari Skizofrenia, Lina Tak Lagi Cemas karena Ada JKN-KIS

Pulih dari Skizofrenia, Lina Tak Lagi Cemas karena Ada JKN-KIS
Lina Komariah, peserta JKN-KIS. (istimewa)

INILAH, Bandung - Kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Sekecil apapun masalah kesehatan jiwa yang dialami oleh seseorang, pemeriksaan medis harus dilakukan. Walau biaya yang diperlukan tak sedikit, kini gangguan kesehatan jiwa telah diakomodasi oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN-KIS.

Adalah Lina Komariah (46), warga Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Lina, salah satu peserta JKN-KIS segmen peserta mandiri kelas 3 mengaku rutin memanfaatkan kartu JKN-KIS.

Saat ditemui disela-sela aktivitasnya, Lina menceritakan kisahnya yang telah menderita skizofrenia sejak lama. Saat malam hari, ia tidak bisa tidur karena sering mendengar bisikan. Ia sadar akan masalah kesehatan jiwanya yang kerap membuatnya cemas.

“Kejadian pertama kali itu sudah lama, sejak sebelum menikah. Dulu pernah berobat dan sempat sembuh. Namun, karena obatnya tidak dilanjut lagi, penyakitnya kambuh lagi. Kalau sudah kambuh, saya merasa ada bisikan dan mulai berhalusinasi. Sebelum menikah itu berobatnya pakai uang sendiri, tapi sekarang sudah tidak lagi. Sejak adanya Program JKN-KIS, semua biaya pengobatan ditanggung,” kata Lina.

Gejala seperti halusinasi, umum dialami oleh penderita skizofrenia. Gejala tersebut merupakan gejala dari psikosis, yang menyebabkan penderitanya kesulitan membedakan kenyataan dengan pikirannya sendiri. Tak hanya halusinasi, lebih parah penderita skizofrenia dapat mengalami perubahan perilaku jika tidak segera diobati.

“Sekarang kondisi saya alhamdulillah sudah stabil. Akses untuk obat juga lebih mudah, saya cukup datang ke Puskesmas. Jadi obat saya tercukupi dan rutin diminum setiap malam. Saya tidak ingin kambuh lagi, syukurlah JKN sudah menanggung perawatan dan pengobatan saya. Sekarang saya punya aktivitas normal dengan bekerja di usaha konveksi yang membuat sandal,” ungkapnya.

Lina juga menceritakan manfaat dari Program JKN-KIS yang pernah dirasakan. Pada tahun 2016 lalu, Lina sekeluarga mendapatkan musibah yakni adanya ledakan gas di rumahnya. Kondisi tersebut sangat tidak disangka, bahkan suaminya harus dirawat inap di rumah sakit karena luka bakar sekujur badan. Sedangkan Lina sendiri juga mengalami luka bakar di area kaki.

“Suami saya dirawat selama seminggu di rumah sakit. Saya juga terbakar di bagian kaki walau tidak separah kondisi suami saya. Kami menerima ini sebagai musibah. Waktu itu, perawatan kami juga dijamin BPJS Kesehatan. Bersyukur saat ini masih sehat dan sakit saya tidak kambuh lagi,” cerita Lina sambil menunjukkan luka bakar di kakinya. (toriza)