Nuryati: Manfaat Tidak Sedikit, Pelayanan JKN-KIS Juga Tidak Sulit

Nuryati: Manfaat Tidak Sedikit, Pelayanan JKN-KIS Juga Tidak Sulit
Ilustrasi (istimewa)

INILAH, Bandung - Alur pelayanan kesehatan era JKN-KIS dilakukan secara berjenjang melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Akan tetapi, dalam keadaan gawat darurat medis, peserta dapat langsung ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan melalui Unit Gawat Darurat (UGD) tanpa harus mengurus rujukan dari Puskesmas atau Klinik Pratama.

Hal tersebut pernah dialami oleh Nuryati (40), yang memiliki riwayat penyakit asma. Saat ditemui di kediamannya, ia mengaku sudah beberapa kali memanfaatkan kepesertaan JKN-KIS miliknya karena sakit asma yang ia derita. Beberapa kali sakitnya kambuh, selama itu juga pengobatannya dijamin JKN-KIS.

“Sakit asma sudah dari dulu, terasa parah itu sejak 2013. Sebelumnya, saya menjalani pengobatan rawat jalan di salah satu rumah sakit swasta Kota Bandung. Dalam 2-3 minggu sekali harus kontrol. Bahkan pernah harus dibawa ke UGD karena tiba-tiba kambuh. Tetapi sekarang kondisi saya sudah semakin membaik,” tutur Nur.

Beberapa kondisi dapat menjadi penyebab asma seseorang kambuh saat beraktivitas. Salah satunya adalah saat asam lambung naik. Studi mengungkapkan, 80 persen pengidap asma memiliki riwayat GERD atau gangguan pencernaan kronis.

Penyakit GERD biasanya muncul pada saat tidur malam ketika penderitanya tidur dengan posisi berbaring. Oleh karena itulah, beberapa gejala asma sering kambuh pada malam hari pada orang-orang tertentu. Kondisi inilah yang menyebabkan Nur harus dilarikan ke rumah sakit.

“Pernah asma saya kambuh, saat itu waktu malam. Saya langsung dibawa ke UGD. Untunglah tenaga medisnya tanggap dan pelayanannya cepat, langsung dipasangkan nebulizer ke pernapasan saya. Dokter bilang, kalau kondisi saya tidak segera ditangani, maka bisa mengalami gagal pernafasan," ungkap Nur.

Nur merasa bahwa prosedur pelayanan kesehatan dalam Program JKN-KIS tidak ada kesulitan sama sekali. Pemanfaatannya sesuai dengan kebutuhan peserta, apabila indikasi medisnya harus mendapatkan penanganan segera, maka cepat terlayani.

“Biaya pengobatan saya selama di UGD tersebut, tidak merogoh kocek sedikitpun. Saya cukup menunjukkan kartu JKN-KIS, walau bentuknya masih kartu lama namun manfaatnya sama saja. Dengan kondisi panik karena sesak dan sebagainya, tetap JKN-KIS sangat bermanfaat dalam melindungi kesehatan saya, termasuk menanggung semua obat-obatannya," ujarnya. (toriza)