Petugas Keamanan Ini Rasakan Manfaat si Kartu Hijau Sakti

Petugas Keamanan Ini Rasakan Manfaat si Kartu Hijau Sakti
Kiki Kurniawan, petugas satuan pengamanan, peserta JKN-KIS. (istimewa)

INILAH, Bandung - Kiki Kurniawan (37) adalah seorang tenaga keamanan yang bertugas di salah satu lembaga pelayanan publik di Kota Bandung. Berprofesi sebagai satuan pengamanan (Satpam), terkadang ia dituntut berjaga di malam hari, untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan tempatnya bekerja.

Pada tahun 2012, Kiki masih ingat betul saat ia harus dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Bandung. Ia merasakan nyeri yang luar biasa pada perut bagian kanan. Setelah dilakukan general check-up, terdapat batu ginjal yang menyebabkan ia hilang kesadaran. Tak ingin sakitnya berkelanjutan, Kiki menjalani serangkaian pengobatan dengan biaya sendiri. Sampai akhirnya ia dinyatakan sembuh.

Setelah 7 tahun berlalu, tepatnya pada bulan Oktober 2019, Kiki mengalami mimpi buruk itu lagi. Ia kembali tak sadarkan diri pada saat jaga malam, dan rekannya langsung membawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat.

“Malam itu, tiba-tiba perut saya sakit lagi, seperti tertusuk jarum. Saking tidak tahannya, saya langsung dibawa ke rumah sakit. Akhirnya, saya dirawat inap selama 2 hari. Setelah menjalani proses CT Scan, rontgen, dan USG, di perut saya bagian kanan ditemukan lagi batu ginjal ukuran 9 mm. Saya hanya terpikir, mimpi buruk 7 tahun lalu terulang lagi,” cerita Kiki yang ditemui pada Selasa (31/3/2020).

Tetapi, Kiki mengungkapkan bahwa ada kondisi yang berbeda dengan tahun 2012. Kini, ia merupakan salah seorang peserta JKN-KIS dari perusahaan tempatnya bekerja. Tanpa ragu, ia pun memanfaatkan KIS yang selalu tersemat di dompetnya.

“Kali ini saya dan keluarga tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya pengobatan. Sejak pertama saya dibawa ke UGD, menjalani rawat inap, hingga akhirnya harus dirujuk ke rumah sakit tipe A yang memiliki fasilitas lebih lengkap, semua telah dijamin JKN-KIS. Bahkan dokter memutuskan untuk menjalani ESWL,” ungkapnya.

Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy atau ESWL merupakan salah satu prosedur yang digunakan untuk menangani penyakit batu ginjal. Melalui ESWL, batu ginjal atau kumpulan senyawa mineral dan garam yang menumpuk di dalam ginjal dibuang tanpa pembedahan. Melalui proses ini, batu ginjal akan hancur dan menjadi pecahan-pecahan kecil dan dikeluarkan bersama urine.

“Pengobatan melalui ESWL sangat cepat dan canggih. Kalau ditanya biaya, mungkin bisa puluhan juta, tetapi kali ini saya tidak perlu mengeluarkan biaya sedikitpun. Bahkan setelah itu, saya harus kontrol rutin setiap bulan, tetap dijamin JKN-KIS. Syukurlah, sekarang saya telah dinyatakan sembuh. Kalau tidak ada JKN-KIS, saya bisa jual rumah. Nyawa dan kesehatan tidak dapat diukur dengan nilai uang,” tuturnya.

Dengan penyakit batu ginjal ini, Kiki merasakan betul manfaat Program JKN-KIS. Menurutnya, selama pelayanan tidak ada kesenjangan sama sekali. Kiki tidak dapat mengungkapkan rasa syukur ia dan keluarga, karena berkat JKN-KIS, ia tidak mengulang kekhawatiran akan biaya kesehatan, seperti yang pernah ia alami dulu.

“Manfaat JKN-KIS sangat saya rasakan. Terima kasih Si Hijau Kartu Sakti,” tutupnya. (toriza)