Bentuk Panja, DPRD KBB Gelar Paripurna Gunakan Teleconference

Bentuk Panja, DPRD KBB Gelar Paripurna Gunakan Teleconference
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar rapat paripurna dengan media teleconference, Kamis (2/4/2020). (agus sn)

INILAH, Ngamprah - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar rapat paripurna dengan media teleconference, Kamis (2/4/2020).

Rapat tersebut membahas Pembentukan Panitia Kerja (Panja) Percepatan Penanganan Covid-19 di wilayah Bandung Barat.

Bertindak sebagai Koordinator Panja, Ketua DPRD KBB Rismanto, Wakil Ketua Ida Widaningsih, Pipih Supriati, Ayi Sudrajat. Sedangkan untuk anggota Panja, antara lain Nevy Hendri, Bagja Setiawan, Iwan Ridwan, Ahmad Dahlan, Amung Ma'mur, Darjat Saepudin, Agus Mahdar, Asep Sudrajat, Dona Ahmad Muharram, Inen Sutisna, Asep Bayu, dan Didin Rahmat.

Bupati Bandung Barat Aa Umbara mengungkapkan, berdasarkan data statistik kasus penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat mencapai 177 kasus. Terdiri 164 orang Dalam Pemantauan (ODP), 10 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 3 orang positif terpapar, 2 di antaranya meninggal dunia.

Umbara menyebut, saat ini KBB masuk dalam zona merah Covid-19. Berbagai upaya Pemda KBB telah dilakukan, melalui SE Bupati Bandung Barat yang telah dikeluarkan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kami juga telah sosialisasikan melalui berbagai media baik cetak, online, dan media luar ruang," ungkap Umbara dalam sambutannya.

Selain itu, kata Umbara, pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan di jalan raya, pasar, lingkungan masyarakat, dan tempat ibadah. "Berbagai upaya lain, seperti imbauan menggunakan masker, physical distancing, menggunakan hand sanitizer, hingga mengimbau masyarakat untuk rutin mencuci tangan pakai sabun," katanya.

Umbara mengaku, kucuran anggaran pun telah disalurkan untuk merealisasikan berbagai program penanganan penyebaran Covid-19.

"Kami juga telah bekerja sama dengan para UMKM di KBB untuk memproduksi 50 ribu masker untuk dibagikan ke seluruh desa di KBB, dan kami sangat menyambut baik dengan terbentuknya Panja di DPRD KBB," ujarnya.

Ketua DPRD KBB, Rismanto mengatakan, paripurna ini berasal dari semangat pimpinan teman-teman anggota DPRD KBB yang ingin ikut berpartisipasi sacara optimal dalam penanganan pandemik Covid-19.

"Tentu sesuai dengan tupoksi kami, niat baik kami, pokoknya kami ingin berkonsultasi sebaik mungkin dan diselesaikan dengan baik. Saya rasa ini juga sesuai dengan imbauan berbagai pihak, mulai dari BNPB, Mendagri, Menpan RB, dan banyak lainnya agar kita bisa selesai dari wabah ini," katanya.

Rismanto menuturkan, pihaknya akan mengidentifikasi, jika selama ini dari berbagai pihak masih ada hambatan dalam penanganan.

"Kami akan petakan lagi, kalau sudah jelas masalahnya baru kita cari solusi nya. Karena yang kami tahu pada sisi anggaran sebenarnya tidak ada masalah, apalagi ada dana bagi hasil cukai tembakau yang bisa dimanfaatkan," tuturnya.

Tetapi, lanjut Rismanto, lebih kepada persoalan di lapangan seperti kelangkaan APD. Intinya, kata dia, Panja akan memetakan masalahnya dari mulai teknis hingga strategi. "Baru nanti Panja ini kami tugaskan untuk mencari solusi, mem-backup, bahkan bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk menuntaskan ini," ujarnya.

Rismanto menerangkan, dana hasil tembakau jumlahnya mencapai Rp2,7 miliar. Bahkan, lanjut dia,  dana itu sekarang sudah dipakai belanja oleh dinas kesehatan langsung.

"Ini juga menjadi tugas Panja untuk mendetailkan teknisnya di KBB. Kami juga harus banyak koordinasi dengan bupati," terangnya.

Rismanto menambahkan, intinya misi ini harus di dorong bersama-sama. Sehingga apapun nanti hasilnya bisa dipatuhi semua pihak, dan ini menjadi gerakan masif dan besar yang merangkul semua masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi menyelesaikan masalah ini.

"Untuk kelengkapan Panja belum ditentukan, karena baru akan dipilih besok. Kalau untuk rancangan kerja Panja akan segera dibentuk dalam kurun waktu 10 hari," tandasnya. (agus sn)