Disperindag KBB Siasati Penurunan Pasar Selama Terdampak Covid-19

Disperindag KBB Siasati Penurunan Pasar Selama Terdampak Covid-19
Ilustrasi (agus sn)

INILAH, Ngamprah - Transaksi jual-beli di sejumlah pasar di Kabupaten Bandung Barat (KBB) merosot hingga 30 persen. Hal itu disebabkan dampak wabah Covid-19 yang semakin terasa.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) berupaya menyiasati permasalahan dengan mencari jalan tengah agar para pedagang di pasar-pasar tradisional maupun semimodern tidak mengalami kerugian yang signifikan akibat sepinya pengunjung.

Kepala Disperindag Bandung Barat Ricky Riadi mengungkapkan, wabah Covid-19 hampir seluruh pasar di KBB mengalami penurunan pengunjung mencapai angka 30 persen dari kondisi normal.

Kendati demikian, lanjut Ricky, pihaknya memastikan, situasi tersebut tidak akan terlalu berpengaruh secara drastis terhadap komoditas yang dijajakan di pasar-pasar.

"Ke harga tidak terlalu berpengaruh andai pun naik, kenaikannya juga logis tidak seperti gula yang beberapa waktu ke belakang mencapai Rp40 ribu sampai Rp45 ribu, kini sudah turun lagi ke angka Rp16 ribu," ungkap Ricky pada wartawan, Kamis (2/4/2020).

Ricky mengaku, ada kenaikan di beberapa komoditi. Saat ini, pihaknya masih mencari formula terbaik supaya kenaikan harga tersebut berada di batas kewajaran. Apalagi, kata dia, dengan situasi darurat Covid-19 ini, pihaknya tidak bisa melakukan operasi pasar sehingga perlu ada alternatif lain untuk mengontrol harga komoditas di pasar.

"Dulu kita masih bisa operasi pasar tapi dengan situasi seperti ini, kami masih mencari formula terbaiknya seperti apa. Kami juga telah berkoordinasi dengan Indag Provinsi dan Kementerian Perdagangan untuk mendapat formula terbaik guna mengatasi (kenaikan harga) ini, namun bukan operasi pasar," ujarnya.

Ricky menerangkan, dengan penurunan pengunjung ke pasar, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak pengelola pasar untuk menyiapkan solusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, antara lain menyediakan fasilitas transaksi secara online. Diimbangi dengan upaya menjaga kebersihan pasar dengan penyemprotan disinfektan secara kontinu guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di pasar-pasar tradisional.

"Arahnya nanti dengan menyediakan fasilitas transaksi online bagi penjual dan pembeli. Kemudian, kami akan mengantisipasi ke sana jadi nanti saya akan memanggil kepala pengelola pasar yang dikelola oleh Pemda melalui Kominfo seperti untuk kebutuhan website, aplikasi, dan lainnya," tandasnya. (agus sn)