Yusril: Istilah PSBB Memang Asing di Telinga Kita

Yusril: Istilah PSBB Memang Asing di Telinga Kita

INILAH, Jakarta- Wasekjen MUI, Ustaz Tengku Zulkarnaen mepertanyakan padanan kata "Pembatasan Sosial Berskala Besar" itu adalah karantina atau lockdown, sehingga dapat dimasukkan ke sistem hukum NKRI.

Pertanyaan itu, ditujukan Ustaz Tengku kepada Presiden Joko Widodo, Menko Polhukam Mahfud MD, dan pakar hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra. Disampaikan lewat akun Twitter @ustadtengkuzul.

"Sebagai seorang Sarjana Linguistik saya ingin bertanya pd pak @mohmahfudmd dan pak @jokowi dan pak @Yusrilihza_Mhd dan pakar lainnya, Apakah Padanan Kata dr Pembatasan Sosial Berskala Besar itu? Karantina, atau Lock Down, atau..? Agar bisa dimasukkan ke sistem hukum NKRI? Monggo," tulis Ustaz Tengku.

Yusril, lalu menjawab pertanyaan Ustaz Tengku lewat akun Twitter lewat akun Twitter @Yusrilihza_Mhd.

"Karena UU itu judulnya UU Karantina Kesehatan dan hampir seluruhnya mengatur karantina, padanan kata yang lebih tepat pada hemat saya adalah "karantina daerah". Istilah itu didefinisikan sehingga jelas bedanya dengan "karantina wilayah". Istilah PSBB memang asing di telinga kita," tulis Yusril.

Diketahui pemerintah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna
mengatasi penyebaran wabah Covid-19. Itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB. [Inilahcom]