Setelah Tanggap Covid-19 Dicabut, Kuy Ah Berwisata ke Purwakarta

Setelah Tanggap Covid-19 Dicabut, Kuy Ah Berwisata ke Purwakarta
dok/inilahkoran

INILAH, Purwakarta - Pandemi virus corona atau Covid-19 sebarannya masih terasa di Indonesia. Termasuk di Kabupaten Purwakarta. Salah satu sektor yang paling terdampak yakni pariwisata. Objek wisata di daerah ini,tutup sementara untuk mencegah penyebaran corona.

Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purwakarta Irfan Suryana mengatakan, lebih dari dua pekan objek wisata tutup. Hal ini, tentu mengundang kerinduan bagi warga yang memiliki hobi traveling.

"Karena itu, jika kondisi tanggap darurat corona ini sudah berakhir, maka objek-objek wisata di Purwakarta akan langsung di buka. Supaya, kerinduan warga untuk traveling bisa segera tersalurkan," ujar Irfan kepada INILAH, Jumat (3/4/2020).

Objek wisata yang akan langsung buka ini, tak hanya yang dikelola swasta. Melainkan, objek wisata yang dikelola pemerintah juga siap beroperasi. Seperti taman air mancur menari Sri Baduga Maharaja Pajajaran. Serta, diorama-diorama dan galeri wayang yang tentunya dikelola oleh pemerintah.

Selain itu, kegiatan lainnya juga seperti wisata kuliner dan CFD akan segera dibuka, bila wabah corona ini sudah berlalu dari bumi nusantara. Sebab, pihaknya meyakini saat ini kejenuhan masyarakat untuk tinggal dirumah, sudah sangat tinggi.

"Masyarakat butuh hiburan. Karenanya, di saat kondisi seperti ini, selain kami bekerja dirumah sesuai imbauan pemerintah pusat, kami juga harus menyiapkan segala sesuatunya jika masa tanggap darurat corona ini dicabut," ujarnya.

Irfan menuturkan, selama ini di wilayahnya terdapat 62 destinasi wisata. Dari jumlah tersebut, 30 di antaranya merupakan lokasi wisata alam/buatan milik swasta. Selebihnya, adalah wisata religi dan kuliner.

Berdasarkan catatannya, hampir 100 persen pengelola objek wisata di Purwakarta mengikuti anjuran pemerintah. Yakni, tutup sementara selama masa tanggap covid-19. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari antisipasi, untuk meminimalisasi penyebaran virus corona.

Selain meminta tutup sementara, pihaknya meminta supaya para pengelola mengintensifkan penyemprotan disinfektan selama masa tanggap covid. Karena, bagaimana pun juga pengelola wisata wajib menjamin kenyamanan dan keselamatan pengunjungnya.

Dia menambahkan, ke depan seluruh pengelola wisata wajib memperhatikan fasilitas kebersihan bagi pengunjungnya. Salah satu caranya, dengan menyiapkan tempat khusus cuci tangan berikut sabun antiseptiknya di beberapa titik lokasi wisata mereka.

"Meskipun nantinya tanggap Covid-19 berakhir, ke depan seluruh tempat wisata harus menyediakan tempat cuci tangan. Sehingga, aspek kebersihannya diperhatikan, supaya bisa meminimalisasi penularan penyakit," pungkasnya. (Asep Mulyana)