Temuan Positif Covid-19 di Garut Kota Hebohkan Warga

Temuan Positif Covid-19 di Garut Kota Hebohkan Warga
istimewa

INILAH, Garut-Pasien positif terjangkit Covid-19 di Kabupaten Garut kini bertambah menjadi dua orang dengan ditemukannya pasien positif Covid-19 warga Kecamatan Garut Kota, menyusul ditemukannya seorang warga positif Covid-19 di Kecamatan Wanaraja beberapa hari sebelumnya.


Tak pelak, temuan pasien positif Covid-19 dikemukakan Wabup Garut Helmi Budiman pada Jum'at (3/4/2020) malam itu menghebohkan warga terutama warga Garut Kota. Terlebih pada keesokan harinya, Sabtu (4/4/2020),

 

sejumlah ruas jalan di Pengkolan khususnya ruas Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Cikurai sempat ditutup petugas selama sekitar tiga jam karena dilakukan penyemprotan desinfektan.


Ironisnya, aktivitas warga di sekitar Pengkolan sendiri terbilang cukup ramai. Pertokoan, warung maupun para pedagang kaki lima (PKL) masih beraktivitas. Sampai-sampai petugas menyerukan mereka

menutup kegiatannya dan mengamankan makanan/minuman dagangannya ketika hendak melakukan penyemprotan desinfektan.

 Tim Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut sendiri tak memberikan keterangan cukup memadai berkaitan kebutuhan publik terutama warga sekitar tempat temuan pasien positif Covid-19. Sehingga warga terkesan dibiarkan memenuhi kebutuhan informasinya dengan mengandalkan informasi berseliweran melalui jejaring media sosial.


Wabup Helmi hanya menyebutkan bila pasien positif Covid-19 itu tak dirawat di rumah sakit melainkan lebih memilih menjalani perawatan di rumahnya sendiri. Tak ada informasi terutama seputar riwayat kontak penularan Covid-19 dari pasien bersangkutan.


Lebih ironis lagi, penelusuran akan riwayat perjalanan kontak pasien hingga terpapar Covid-19 itu malah baru akan dilakukan paskapenyampaian adanya temuan kasus positif Covid-19 ke publik.

 

Hal itu tergambar dari pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Garut Farid Maskut kendati mengkalim sudah mengantongi semua data pasien bersangkutan.


"Untuk menindaklanjutinya, kita akan melakukan tracing dengan semua yang pernah kontak dengan pasien. Apakah pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemik atau tidak. Kita akan tracing sekaligus Rapid Test,” ujarnya.(zainulmukhtar)