Ini Alasan Ade Tidak Sediakan TPU Khusus Corona

Ini Alasan Ade Tidak Sediakan TPU Khusus Corona
foto: INILAH/Reza Zurifwan
INILAH, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan Pemkab Bogor tidak akan menyediakan lahan atau tempat pemakaman umum (TPU) yaang khusus bagi warga yang meninggal dunia karena terpapar wabah virus corona (covid 19).
 
"Kami tidak akan menyediakan TPU yang khusus bagi warga yang meninggal duilnia karena terpapar wabah virus corona, hal itu karena virus corona bakal mati setelah orang yang terkonfirmasi positif wabah corona juga mati," kata Ade kepada wartawan, Sabtu (4/4).
 
Wanita berusia 51 tahun ini menambahkan alasan lainnya ialah warga bakal panik apabila Pemkab Bogor menyediakan TPU yang khusus bagi warga yang meninggal dunia karena terpapar wabah virus corona.
 
"Kalau kita menyediakan TPU yang khusus bagi warga yang meninggal dunia karena terpapar wabah virus corona malah akan timbul salah pengertian hingga warga bakal menduga - duga bakal ada sesuatu yang tidak diinginkan jika warga yang meninggal dunia tersebut akan menularkan wabah tersebut kepada warga lainnya yang masih hidup," tambahnya.
 
Ade menuturkan warga  yang meninggal dunia karena terpapar wabah virus corona sudah ditanggani oleh rumah sakit hingga pelaksanaan pemakamannya, hingga ia meminta jangan ada warga Bumi Tegar Beriman yang menolak lingkungannya untuk menjadi tempat dimakamkannya korban wabah virus corona.
 
"Saya himbau masyarakat Kabupaten Bogor yang terkenal soleh dan beriman untuk tidak menolak korban meninggal dunia akivat terpapar wabah virus corona, karena jasad mayitnya itu sudah ditanggani sesuai standar operasi hingga tidak bakal lagi menularkan wabah virus corona, kita juga harus nemposisikan diri kita sebagai keluarga mereka hingga wajib bagi kita menjaga perasaan keluarga korban," tutur Ade.
 
Diwawancarai terpisah, Kusnadi Kabid pelayanan kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menjelaskan semenjak virus corona mewabah, penangganan pasien yang meninggal dunia di rumah sakit disamaratakan dengan pasien yang terkonfirmasi positif wabah virus corona.
 
"Standarnya penangganan pasien yang meninggal dunia di rumah sakit sudah disama ratakan untuk mencegah adanya penularan wabah virus corona, tinggal rumah sakit yang menjelaskan kronologis kematiannya. Yang saya tekankan, virus corona akan hidup di sel yang hidup hingga jika orangnya sudah meninggal dunia virus corona pun mati," jelas Kusnadi. (Reza  Zurifwan)