Karawang Butuh Tambahan Tenaga Medis untuk Tangani Pasien Covid-19

Karawang Butuh Tambahan Tenaga Medis untuk Tangani Pasien Covid-19
(Antara Foto)

INILAH, Karawang - Pemerintah Kabupaten Karawang Jawa Barat kekurangan tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19. Seluruh rumah sakit swasta di Karawang diminta menyiapkan petugas kesehatan sebagai tenaga tambahan di rumah sakit pemerintah.

"Kami meminta rumah sakit swasta menyediakan tenaga yang bisa dipiketkan di rumah sakit pemerintah yang menerima pasien corona, misalnya rumah sakit Paru di Jatisari," kata Nurdin Hidayat, Plt Kepala Dinkes Karawang kepada belasan perwakilan rumah sakit swasta saat rapat penanggulangan corona di Posko Gugus Penanggulangan Covid 19 di Makodim 0604 Karawang, Sabtu (4/4/2020).

Nurdin menuturkan, hal itu perlu dilakukan untuk berjaga-jaga, jika suatu saat pasien tertular Corona semakin banyak. Saat ini pun, kata dia, sejumlah rumah sakit rujukan pasien corona di Karawang kekurangan tenaga medis termasuk perawat dan dokter spesialis paru-paru.

"Saya mohon ini kita kerja sama karena sedang darurat. Dimohon tidak lagi ada yang slow respon," kata Nurdin.

Sejumlah rumah sakit rujukan corona di Karawang memang sangat kekurangan tenaga. Rumah Sakit Paru di Jatisari misalnya, saat ini hanya mampu menampung 26 pasien. "Padahal kalau tenaga medisnya ada, kami bisa menampung 106 pasien," kata Annisa, Direktur RS Paru, Karawang saat ditemui di tempat yang sama.

Ia menyambut baik jika ada tenaga medis dari rumah sakit swasta yang bersedia bertugas di rumah sakit pemerintah tersebut. Sebab, saat ini, hanya ada 54 perawat di RS Paru.

"Kalau ada tambahan tenaga medis, akan sangat membantu. Karena idealnya pasien corona butuh penanganan khusus, satu bed satu perawat," ungkapnya.

Selain kekurangan tenaga medis, rumah sakit di Karawang juga kekurangan dokter spesialis paru-paru. Untuk menanggulangi hal itu, gugus tugas percepatan penanggulangan COVID-19 Karawang menggandeng Ikatan Dokter Indonesia.

"Kita koordinasi dengan IDI untuk menyediakan dokter spesialis paru. Rencananya dokter itu akan jadi konselor. Tidak praktik tapi bisa visit ke rumah sakit. Bisa juga konsultasi via video call," kata Fitra Hergyana, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Karawang. (Inilahcom)