Pemkab Bogor Anggarkan Rp99 Miliar untuk Korban Banjir Bandang, Longsor, dan Gempa Bumi

Pemkab Bogor Anggarkan Rp99 Miliar untuk Korban Banjir Bandang, Longsor, dan Gempa Bumi
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Selain menganggarkan Rp377 miliar untuk penangganan bencana nonalam wabah virus corona, Pemkab Bogor juga menganggarkan Rp99 miliar untuk penangganan bencana alam di Kecamatan Sukajaya, Cigudeg, Nanggung, Jasinga, dan Pamijahan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Didi Kurnia mengatakan, anggaran Rp99 miliar itu ditujukan untuk revitalisasi insfrastruktur jalan, jembatan, dan bangunan sekolah yang terdampak. 

"Rp99 miliar itu untuk revitalisasi insfrastruktur jalan, jembatan dan bangunan sekolah yang rusak, selain itu juga untuk melakukan land clearing lahan hunian tetap (huntap), pembangunan ribuan hunian sementara, biaya sewa untuk ribuan pengungsi dan perbaikan ratusan rumah yang rusak akibat bencana alam gempa bumi di Kecamatan Pamijahan," kata Didi, Minggu (5/4/2020).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Al-Muharrom meminta penangganan bencana alam banjir bandang, longsor, dan gempa bumi di sejumlah kecamatan juga harus menjadi prioritas Pemkab Bogor.

"Disamping wabah virus corona, permasalahan korban bencana alam banjir bandang, longsor dan gempa bumi di Kecamatan Sukajaya, Cigudeg, Jasinga, Nanggung dan Pamijahan juga harus menjadi prioritas Pemkab Bogor hingga badan anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bogor meminta TAPD (Tim Anggaran Pendapatan Daerah) menyiapkan anggaran khusus," pinta Aan.

Selain meminta anggaran khusus, politisi Partai Golkar ini pun mendesak agar pelaksanaan revitalisasi insfrastruktur jalan, jembatan, bangunan sekolah yang rusak dan pembangunan huntara juga bisa dilakukan secara cepat.

"Bencana alam banjir bandang dan longsor di Kecamatan Sukajaya, Cigudeg, Jasinga dan Nanggung ini kan sudah lama terjadi sudah sewajarnya kita mendesak agar pelaksanaan revitalisasi insfrastruktur jalan, jembatan, bangunan sekolah yang rusak dan pembangunan huntara juga bisa dilakukan secepatnya, apalagi tidak lama lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan," sebutnya. (Reza Zurifwan)