DPRD Minta Pasar Hewan di Jonggol  Dibangun dari DAK

DPRD Minta Pasar Hewan di Jonggol  Dibangun dari DAK
istimewa

INILAH, Bogor - Anggota DPRD Kabupaten Bogor Beben Suhendar Pemkab Bogor transparan dalam penggunaan dana perimbangan terutama  Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,07 triliun yang didapat dari pemerintah pusat.

Hal itu, karena para wakil rakyat wajib tahu apa saja alokasi penggunaan anggaran dari DAK tersebut hingga dana tersebut tepat guna manfaatnya kepada masyarakat.

"Seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor wajib tahu apa saja penggunaan alokasi dari DAK sebesar Rp 1,07 triliun, karena selain membuat peraturan daerah tugas kami adalah legislasi hingga saya meminta Pemkab Bogor transparan dalam penggunaan DAK tersebut," kata Beben kepada wartawan, Senin, (7/3/2020).

Politisi Partai Gerindra ini meminta agar DAK bisa digunakan untuk membangun Pasar Hewan di Desa Sulamaju dan Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol serta perluasan lahan Pasar Cileungsi.

"Bogor wilayah timur ini minim perhatian hingga saya minta DAK dialokasikan untuk pembangunan pasar hewan di Jonggol yang sudah diusulkan sejak tahun 2012 lalu, selain itu saya juga mengusulkan lahan RSUD Cileungsi diperluas atau ditambah menjadi 17,4 hektar lagi untuk nantinya dibangun Gedung Rawat Inap, Rawat Jalan dan Isolasi," tambahnya.

Mantan Camat Jonggol ini menuturkan Pemkab Bogor jangan hanya fokus dalam penangganan wabah virus corona (covid 19) dan penangganan bencana alam banjir bandang, longsor dan gempa bumi tetapi melupakan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

"Pemkab Bogor juga harus berpihak kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, lagi pula selain berfungsi sebagai pendongkrak pendapatan ekonomi dengan adanya Pasar Hewan Jonggol juga bermanfaat atas kebutuhan daging sapi atau domba dimana data tahun 2017 lalu asupan daging sapi dan susu yang baru mencapai 32 Kg/kapita/pertahun atau 20 persen dari kebutuhan," tutur Beben. (Reza Zurifwan)