Blak-blakan, Ketua DPRD Cirebon Tuding Mutasi Pemkab Cacat Hukum

Blak-blakan, Ketua DPRD Cirebon Tuding Mutasi Pemkab Cacat Hukum
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M. Luthfi/ foto: INILAH: Maman Suherman

INILAH, Cirebon - Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M. Luthfi tiba tiba mengeluarkan komentar mengejutkan. Kepada wartawan, Senin (6/4/2020), Luthfi menilai mutasi rotasi Pemkab Cirebon pada hari Jumat pekan kemarin, cacat hukum.

 

Alasannya, banyak perubahan SK pada malam sebelum pelantikan. Lutfhi mensinyalir, perubahan SK tersebut tanpa proses Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

 

"Hasil dari Baperjakat nama-namanya jelas ada pada H-2 sebelum pelantikan. Tapi pada malam sebelum pelantikan, banyak perubahan SK yang tidak lewat Baperjakat. Nah, ini yang menjadi tanda tanya saya," kata Luthfi.

 

Lutfi mengancam, jika saja nama-nama tersebut tidak dikembalikan sesuai dengan keputusan Baperjakat awal, pihaknya akan mengadukan ke KASN. Hal itu karena Sekda sebagai ketua Baperjakat dianggap tidak komitmen dalam menentukan sikap. Harusnya, tidak ada perubahan nama apalagi tanpa sepengetahuan Baperjakat.

 

"Yang akan saya laporkan adalah Sekda. Lihat saja, nama nama mutasi tidak dikembalikan lagi sesuai hasil beperjakat, Sekda akan saya laporkan. Saya juga minta, Baperjakat harus diaudit," ungkap Luthfi.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah sekian lama dilanda ketidakpastian terkait persoalan rotasi mutasi, Pemkab Cirebon akhirnya benar-benar menggelar rencana tersebut, Jumat pekan kemarin.  Ada sekitar 492 pejabat mulai eselon II sampai IV yang terkena rotasi mutasi. Janji bupati Cirebon, Imron yang akan mengganti beberapa dinas tekhnis yang dianggap bermasalah, akhirnya terbukti.

 

Lewat vidio comference yang dipusatkan di Gedung Pemkab Cirebon, Bupati melantik empat perwakilan dari eselon II sampai IV. Sementara pejabat lainnya mengikuti proses mutasi dari masing-masing OPD dengan sistem yang sama yaitu vidio comference. Sementara, media dilarang meliput proses pelantikan, dengan alasan keamanan wabah virus corona. (maman suharman)