Pasokan APD, Pemkab Bogor Libatkan Pengusaha

Pasokan APD, Pemkab Bogor Libatkan Pengusaha
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan/reza zurifwan

INILAH, Bogor - Pemkab Bogor melibatkan pelaku industri dalam penyediaan masker dan pakaian alat pelindung diri (APD) bagi dokter, perawat dan tenaga medis lainnya.

Dalam rapat kordinasi, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan meminta pengusaha untuk memprioritaskan  Kabupaten Bogor tempat dimana mereka melaksanakan produksi usahanya.

"Walaupun mereka sudah memasok kebutuhan masker dan pakaian APD ke Badan  Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kami tetap meminta mereka memprooritaskan kebutuhan masker dan pakaian APD ke Kabupaten Bogor karena kami juga dalam kritis contohnya RSUD Ciawi hanya punya 600 buah pakaian APD dimana itu hanya mencukupi kebutuhan dokter, perawat dan tenaga medisnya selama dua hari," pinta Iwan kepada wartawan, Senin (7/4/2020).

Orang nomor dua di Bumi Tegar Beriman ini menerangkan sedikitnya 11 juta boks masker dibutuhkan oleh Pemkab Bogor untuk pemakaian beberapa bulan kedepan, sedangkan pakaian APD kita membutuhkan 1.200 buah perhari.

"Kebutuhan masker 11 juta boks itu tidak hanya buat tenaga media tetapi juga buat masyarakat, sementara untuk memasok kebutuhan pakaian APD di empat RSUD kita butuh 1.200 buah perhari karena rata - rata setiap rumah sakit butuh 300 pakaian APD," terangnya.

Iwan menjelaskan pembelian masker dan pakaian APD paling cepat bisa dilakukan pada bulan Mei mendatang, hal itu karena bahan baku masker dan pakaian APD didatangkan dari luar negeri.

"Bahan - bahan masker dan pakaian APD  didatangkan para pengusaja dari Negara Tiongkok dan Korea Selatan hingga paling cepat bisa kita beli pada bulan Mei mendatang, untuk memenuhi kebutuhan masker dan pakaian APD pada bulan ini kami masih datangkan dari luar daerah," jelas Iwan.

Sarjana Ekonomi alumni Universitas Pakuan ini melanjutkan beberapa waktu kedepan, jajarannya juga akan melaksanakan rapat kordinasi dengan pengusaha hand sanitizer.

"Kabupaten Bogor juga butuh cairan hand sanitizer hingga kami akan beli dari para pengusaha untuk dibagikan kepada masyarakat, nanti pengadaannya dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," lanjutnya. (Reza Zurifwan)