Masa Isolasi Segera Berakhir, Persib Kembali Periksa Wander Luiz

Masa Isolasi Segera Berakhir, Persib Kembali Periksa Wander Luiz
persib.co.id

INILAH, Bandung - Dokter Persib, Mochamad Rafi Ghani berencana akan melakukan pemeriksaan ulang virus corona (Covid-19) terhadap strikernya Wander Luiz. Proses pemeriksaan dijadwalkan akan dilakukan pada 9 atau 10 Maret mendatang. 

Pasalnya, striker asal Brasil itu hampir melewati masa inkubasi selama 14 hari. Terhitung sejak pemeriksaan virus corona melalui polymerase chain reaction (PCR) yang dilakukan pada 26 Maret lalu. 

"Jika dihitung pada tanggal 26 Maret, maka masa isolasi mandiri Wander Luiz akan berakhir pada tanggal 8 April. Rencana kita akan jadwalkan untuk pemeriksaan ulang pada tanggal 9 atau 10 April," ujar Rafi saat dihubungi, Senin (6/4/2020). 

Pemeriksaan ulang ini, kata Rafi akan diikuti juga oleh Ayahanda Wander Luiz. Sebab selama ini, Ayahanda dari pemilik nomor punggung 9 itu sama-sama menjalani isolasi mandiri meski hasil pemeriksaan virus corona yang sudah dilakukan belum didapatkan. 

"Sejauh ini kondisi Ayah Wander Luiz sama seperti Wander Luiz, yakni sehat. Tidak ada keluhan demam, pilek, batuk selama menjalani isolasi mandiri," bebernya.

Rafi yakin Ayahanda termasuk Wander Luiz akan dinyatakan negatif dari virus corona. Sebab keduanya tidak mengalami keluahan selama menjalani isolasi mandiri. 

"Biasanya setelah isolasi mandiri 14 hari dan tidak bergejala, maka saat diperiksa, hasilnya negatif," jelasnya. 

Selama ini, lanjutnya baik Wander Luiz maupun Ayahnya sangat kooperatif dalam menjalani masa isolasi secara mandiri. Bahkan keduanya tidak sekalipun meninggalkan tempat isolasi. 

"Mereka juga mungkin gak mau seperti itu terus. Apalagi berkeinginan untuk cepat pulang ke Brasil," tuturnya. 

Keduanya, kata Rafi berkeinginan untuk segera pulang ke negara asalnya. Terlebih tidak ada kegiatan yang harus dilakukan di Indonesia setelah Liga 1 2020 dihentikan sementara hingga akhir Mei mendatang. 

"Kalau hasilnya negatif, tentu bisa pulang ke Brasil. Tapi kita tidak tahu aturan dari negaranya, karena beberapa negara tertentu, kalau ada yang datang dari negara pandemi, disananya akan di karantina lagi. Tapi untuk di Brasil tidak tahu akan seperti apa. Atau hanya bekal surat kita disini, kita gak tahu aturannya," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)