Bima Arya Ungkapkan Rahasia Bisa Sembuh dari Covid-19

Bima Arya Ungkapkan Rahasia Bisa Sembuh dari Covid-19
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya menceritakan terkait kondisinya yang positif terinfeksi Covid-19. Saat ini, pada hari ke-17 di RSUD Kota Bogor dia merasakan tubuhnya terus membaik. 

Kondisi itu berbanding terbalik saat masuk ke rumah sakit beberapa waktu lalu. Dia mengaku sempat merasakan tidak nyaman di tenggorokan, batuk-batuk, lemas, mual, dan tidak nafsu makan.

"Di sini saya memaksakan diri untuk melahap semua yang disediakan rumah sakit daging, sayur, buah-buahan, jus semua dilahap. Kiriman UMKM ada temulawak, kunyit, kurma dan buah naga semua saya lahap. Alhamdulillah, nafsu makan kembali timbul," kata Bima, Senin (6/4/2020).

Selama memulihkan kondisi, Bima mengaku dirinya mencoba mengatur konsentrasi dengan mengurangi membaca media berita dan media sosial agar bisa tetap fokus konsentrasi hingga bisa cukup istirahat dan tidur.

"Hasil tes darah rapid test dan tes swab menunjukkan kondisi memang membaik. Namun saya memastikan kondisi saya betul-betul fit, prima sehingga ketika Insya Allah diizinkan keluar dari rumah sakit itu aman bagi semuanya," tuturnya.

Tak sampai disitu, Bima mamaparkan, bahwa pendemi Covid-19 memberikan tiga ujian, salah satunya ujian kemanusiaan.

"Wabah ini adalah ujian bagi kemanusiaan kita semua. Kebersamaan kita menentukan keberhasilan kita mengatasi ujian ini," kata Bima.

Bima juga turut mengajak semua lapisan masyarakat dari berbagai profesi, lintas agama, dan perbedaan politik untuk bergotong-royong menanggulangi dampak virus SARS- CoV-2 secara bersama-sama.

"Kita tinggalkan semua perbedaan, kita kesampingkan urusan politik. Ini adalah urusan kemanusiaan. Banyak yang membutuhkan, mari yang sehat membantu yang sakit, yang sehat harus tetap sehat untuk bisa membantu yang sakit dan yang mampu mari kita bantu bersama-sama yang tidak mampu," bebernya.

Bima juga meminta kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar dan tetap di rumah selama wabah ini masih ditangani.

"Kalau tidak ada urusan sangat mendesak sebaiknya tetap diam di rumah. Mari kita kurangi efek penularan Covid-19 ini," ucapnya.

Selain itu, orang nomor satu di Kita Bogor itu pun menyatakan kesiapannya untuk menyumbangkan gajinya dan tunjangannya sebagai kepala daerah untuk dibagikan kepada warga yang ekonomi dan kondisi sosialnya terdampak wabah Covid-19. 

Dia pun mengetuk para dermawan baik itu perusahaan, BUMD, dan masyarakat umum yang mampu untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat. (Rizki Mauludi)