'Jadup' Bagi ODP Corona, Kebijakan Gamang Pemkab Garut?

'Jadup' Bagi ODP Corona, Kebijakan Gamang Pemkab Garut?
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Garut- Demi mencegah warganya melakukan kegiatan di luar rumah agar tak terpapar maupun menularkan Covid-19, Pemkab Garut menyiapkan santunan jatah hidup (jadup) bagi orang dalam pemantauan (ODP) sebesar Rp50 ribu per keluarga per hari.

Disiapkan juga bantuan sebesar Rp10 juta per Rukun Warga yang bisa  disalurkan sebagai jadup bagi keluarga tak mampu yang ditinggal merantau.

Total anggaran disiapkan dari Biaya Tak Terduga APBD Garut untuk santunan ODP disebut-sebut mencapai Rp50 miliar.

Akan tetapi kesiapan Pemkab Garut menyiapkan dua bentuk kompensasi terhadap warga terdampak Covid-19 disampaikan Bupati Garut Rudy Gunawan pada 30 dan 31 Maret 2020 itu hingga kini belum ada kejelasan realisasinya, bahkan dikhawatirkan berpotensi menimbulkan persoalan baru. Hal itu karena kedua jenis bantuan tersebut tak menyentuh warga bukan ODP, padahal sama terdampak Covid-19.

Selain itu, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, Pemkab Garut juga menghimbau warga Garut perantau agar tidak pulang kampung ke Garut. Kalaupun tetap pulang alias mudik maka terhadap mereka akan dikenai status sebagai ODP dan wajib mengisolasi diri di rumah selama 14 hari.

Persoalannya, kendati mengisolasi diri selama 14 hari namun karena statusnya ODP itulah maka perantau pun secara otomatis diberikan santunan yang sebesar Rp50 ribu per hari itu.

"Di kota-kota besar yang zona merah pun mereka tak bisa mencari usaha, ya mendingan pulang kampung. Tokh kalau pulang kampung, kan bisa bersama keluarga, dan dapat bantuan jadup," kata Asep M warga Balubur Limbangan, Senin (6/4/2020).

Senada dikemukakan Gunawan warga Garut Kota. "Mengapa hanya mereka yang ODP yang diberi bantuan ? Lalu warga lain yang bukan ODP yang tak bisa mencari nafkah gara-gara darurat Corona seperti kami yang buruh harian bagaimana ?" ujarnya.

Anehnya lagi, kendati pada 3 April 2020 kemarin, Bupati Rudy mengatakan ada sebanyak 23.000 perantau sudah masuk Garut dari sebanyak 70.000 perantau diperkirakan masuk menjelang Ramadan, data ODP di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut terkesan tak terpengaruh dengan banyaknya pemudik tersebut.

Hingga 6 April 2020, jumlah ODP di Kabupaten Garut tercatat mencapai sebanyak 1.652 orang. Sebanyak 551 orang di antaranya selesai masa pemantauannya, 1.083 orang dalam pemantauan puskesmas, dan 18 orang dalam perawatan rumah sakit dan puskesmas.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pemerintahan Sekretariat Daerah Pemkab Garut Yatie Rochayatie maupun Asisten Administrasi Pemerintahan Nurdin Yani tak menjawab ditanya soal pemberlakuan kebijakan pemudik sebagai ODP berikut mengenai santuan bagi ODP. Begitu juga dengan Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Garut Ricky R Darajat yang hanya mengatakan kebijakan tersebut belum diberlakukan.(zainulmukhtar)