Pulang dari Wilayah Zona Merah, Warga Purwakarta Wajib Isolasi Diri

Pulang dari Wilayah Zona Merah, Warga Purwakarta Wajib Isolasi Diri
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta, sejauh ini terus berjibaku untuk melakukan serangkaian upaya antisipasi terkait penyebaran Covid-19 di wilayah itu. Telihat, upaya antisipasi dan pencegahan ini pun dilakukan secara ‘guyub’ oleh pegawai pemerintahan, baik yang ada di lingkungan Setda, dinas/OPD hingga pemerintahan tingkat desa.

Sala satu upaya pemerintah, tak lain dengan membuat beberapa surat edaran yang wajib dipatuhi dan dijalankan, baik oleh pegawai pemerintahan, maupun masyarakat umum. Dalam hal ini, seluruh lapisan masyarakat diminta untuk turut andil dalam upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

Antisipasi bersama yang dilakukan lapisan masyarakat di wilayah ini patut diapresiasi. Karena ternyata, masyarakat di wilayah tersebut cukup responsive untuk menjalankan edaran dari pemerintah ini. Bahkan, ada di antaranya yang juga melaksanakan penyemprotan disinfektan secara massa di lingkungan mereka.

Pemerintahan desa/kelurahan di kabupaten itu pun, sejauh ini terpantau turut andil untuk memutus mata rantai penyebaran virus mematikan itu. Sebut saja salah satunya, seperti yang telah dilakukan jajaran pegawai di kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta kota.

Lurah Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta, Dede Iskandar menuturkan, dalam upaya antisipasi ini jajarannya tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Adapun upaya yang telah dilakukannya, yakni dengan membuat imbauan ke seluruh RT/RW terkait antisipasi penyebaran Covid-19 itu.

“Imbauan ini telah disosialisasikan ke masyarakat melalui RT/RW setempat,” ujar Dede kepada INILAH, Selasa (7/4/2020).

Adapun isi dari imbauan yang dibuatnya, kata Dede, di antaranya meminta masyarakat yang baru pulang dari wilayah zona merah, misalnya Jakarta, Bandung dan Depok, untuk lapor ke RT setempat dan mengisolasi diri selama 14 hari. Selama isolasi itu, mereka dilarang berbaur ataupun berinteraksi dengan masyarakat umum.

“Dengan kata lain, warga yang baru pulang dari wilayah zona merah atau wilayah lain yang terdampak covid-19, wajib lapor dan harus mengisolasi diri selama 14 hari. Ini demi kebaikan bersama dan memutus mata rantai penyebaran virus corona,” jelas dia.

Dede menjelakan, dalam imbauan yang merujuk pada surat edaran bupati itu, juga meminta masyarakat untuk selalu menggunakan masker selama beraktifitas di luar rumah. Kemudian, untuk sementara hindari keramaian dan menjaga jarak.

“Tidak perlu panik berlebihan. Terpenting, tetap waspada, jaga kesehatan tubuh dengan asupan makanan bergizi seimbang, dan lakukan olah raga ringan dan tidur yang cukup,” tambah dia.

Menurut dia,  penyebaran virus yang menyebabkan penyakit itu bisa dicegah dengan membiasakan atau meningkatkan sebaran mengenai pola hidup bersih. Misalnya, dengan menyeringkan cuci tangan dengan sabun dan antiseptik.Dalam hal ini, pihaknya juga berpesan supaya masyarakat segera memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit jika mengalami gejala demam tinggi atau sesak nafas berat.

“Intinya, mari bersama-sama melakukan upaya antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya. (Asep Mulyana)