Pakar: Pemerintah Sudah Memberikan Informasi Soal Masker Kain yang Paling Ekfektif

Pakar: Pemerintah Sudah Memberikan Informasi Soal Masker Kain yang Paling Ekfektif
istimewa

INILAH, Bandung - Perdebatan penggunaan masker di tingkat elit di Indonesia semenjak wabah pandemi virus corona nampaknya menemukan titik kulminasinya. Sejak hari minggu tanggal 05 April, pemerintah secara resmi menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktifitas di luar rumah.

Padahal sekitar satu bulan kemarin pemerintah melalui menteri kesehatan memaparkan bahwa penggunaan masker hanya efektif bagi seseorang yang sedang mengalami sakit yang menular.

Pada satu sisi masyarakat telah mampu mencerap berbagai informasi yang pada saat ini berseliweran di media massa, khsusunya media sosial.

Dosen Sastra Inggris Unpas dan Pemerhati Masyarakat Erik Rusmana mengatakan ada tiga hal yang menjadi perhatian masyarakat terkait penularan virus corona melalui droplet dari orang yang sudah terinfeksi, yaitu melalui mulut, hidung, dan mata. Masyarakat telah berhasil menggunakan logikanya dengan berbondong-bondong membeli masker.

"Dan pada saat ini ada sebuah penelitian di Jepang yang telah dipublikasikan lewat NHK World Japan melalui aplikasi Youtubenya bahwa ada partikel yang lebih kecil dari droplet yang disebut dengan micro droplet. Lebih lanjut lagi, bentuk dari micro droplet ini mampu bertahan di udara lebih dari dua puluh menit di dalam sebuah ruangan. Dan mungkin, masyarakat akan menggunakan logikanya lagi bahwa salah satu bentuk menghindari terkena infeksi virus adalah dengan menggunakan masker," papar Erik, Selasa (7/4/2020).


Erik menyebut, masker medis yang mempunyai lapisan tiga (three ply), semenjak akhir Februari 2020 sudah mulai langka. Sampai detik ini, masker di toko-toko online sudah tidak masuk akal harganya, harganya lebih mahal dibandingkan kebutuhan pokok.

Dari awal pandemi ini muncul di Indonesia nampaknya pemerintah tidak bisa memenuhi kebutuhan masker untuk masyarakat, bahkan untuk tenaga medis dan kesehatan. Semua heran sudah satu bulan lamanya virus ini ada di Indonesia, tetapi pemerintah tidak bisa memenuhi ekspektasi masyarakat yang masih mempunyai kegiatan di luar rumah untuk menyediakan masker.

Lalu, pemerintah atas dasardari WHO menyarankan penggunaan masker yang berbahan kain, tanpa adanya penjelasan yang lebih memadai. Seharusnya pemerintah memberikan juga informasi mengenai spesifikasi masker kain yang paling ekfektif dalam meminimalisir penyebaran virus ini.

Seharusnya pemerintah bisa lebih komprehensif lagi dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait penggunaan masker kain ini, mulai dari jenis kain, cara pembuatannya, cara pemakaian, durasi pemakaian, dan lain sebagainya.

"Dan saya kira masih banyak masyarakat indonesia yang bahu membahu membantu agar pandemi ini segera berakhir dengan cara bergotong royong membuat masker secara mandiri, dan tidak mengambil keuntungan pribadi seperti yang nampak sekali di hadapan kita," tambah Erik. (Okky Adiana).