Masjid Ash-Shidiq Bandung Barat Bakal Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Masjid Ash-Shidiq Bandung Barat Bakal Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19
Foto : Masjid Ash-Shiddiq Pemda Kabupaten Bandung Barat (agus sn/INILAH)

INILAH, Ngamprah- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana akan mengalihfungsikan Aula Masjid Ash-Shiddiq sebagai tempat untuk merawat pasien virus corona desease (Covid-19) dengan status orang tanpa gejala (OTG).

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Gugus Tugas Covid-19, Aa Umbara Sutisna usai menggelar rapat koordinasi Gugus Tugas dengan Panitia Kerja (Panja) Covid-19 DPRD KBB di Ruang Bupati Bandung Barat, Selasa, (7/4/2020).

"Barusan ada beberapa poin dari Panja yang mengingatkan kita sejak virus COVID-19 ada positif di KBB. Beberapa pencegahan sudah mulai kita lakukan, dan teman-teman dewan mengingatkan langkah langkah kita sampai ke dampak sosial ekonomi," ungkap Umbara.

Umbara memprediksi, wabah ini bisa terjadi antara 3 sampai 4 bulan kedepan. Guna mengantisipasi dampak tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan segera membahas terkait sembako dan bantuan lainnya.

"Untuk yang positif di samping menyiapkan ruang isolasi di tiga rumah sakit, kita juga akan mencari alternatif untuk ruang karantina sementara. Tadi kita bahas dan sudah ada kesimpulan," ujarnya.

Selain itu, lanjut Umbara, sambil menunggu RSUD rujukan yang tiga siap, pihaknya akan menyiapkan Masjid Ash-Shiddiq untuk merawat sekaligus menampung pasien Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG).

"Jadi begitu ada orang dari kota yang positif, kita akan bawa dan langsung dirawat. Untuk lokasi perawatan tepatnya di lantai bawah," ujarnya.

Umbara mengimbau kepada masyarakat di sekitar wilayah Pemda KBB, untuk mendukung pemerintah mengoptimalkan pelayanan medis untuk pasien Covid-19 di KBB.

"Kita sudah pertimbangakan, aktivitas kita tetap ada asal APD nya lengkap dan masyarakat tak perlu khawatir. Mudah-mudahan masyarakat bisa kooperatif," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kerja (Panja) Covid-19 DPRD KBB, Bagja Setiawan mengatakan, ada beberapa hal yang di diskusikan dan sudah ada beberapa keputusan yang diputuskan.Ia melanjutkan, pertama terkait dengan penanganan pasien positif, kalau selama ini belum ada kejelasan bagi penanganan pasien yang positif. 

"Hari ini diputuskan kita mempunyai tempat khusus untuk menangani pasien khusus, yakni pasien yang tidak bergejala, artinya tidak harus dilakukan pengobatan berkelanjutan. Karena yang bergejala itu kan di rumah sakit rujukan. Ini yang positif tapi sehat, kalau kemudian dilakukan isolasi dirumah, maka akan muncul polemik di masyarakat sekitar," katanya.

Kebijakannya, lanjut Bagja, pasien tidak di isolasi mandiri, namun pemda menyediakan tempat-tempat khusus bagi pasien yang tidak bergejala. 

"Kan hari ada 16 orang positif di KBB, rencananya di ruang bawah masjid Ash Shidiq. Jadi mulai hari ini Dinkes dan pihak terkait telah diintruksikan bupati untuk mempersiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan di lokasi," paparnya.

Bagja menjelaskan, tadi disampaikan, sementara bisa menampung 20 orang pasien, namun pihaknya akan mengkonfirmasi lagi. 

"Karena mulai besok kita mulai maraton berkoordinasi dengan dinas-dinas lain,"ujarnya. (agus sn).