Kesiapan RSUD Majalaya Tangani Covid-19 Dipantau Anggota DPRD Jabar

Kesiapan RSUD Majalaya Tangani Covid-19 Dipantau Anggota DPRD Jabar
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung- Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS Sari Sundari melakukan kunjungan ke RSUD Majalaya untuk memastikan kesiapan rumah sakit tersebut dalam menangani wabah virus corona (covid-19).

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan lini dua, RSUD Majalaya hingga saat ini telah menangani 48 orang pasien orang dalam pemantauan (ODP), 19 orang pasiem dalam pemantauan (PDP) dan dua orang tanpa gejala (OTG).

"Kami ditugaskan untuk turun ke daerah pemilihan (dapil) masing masing untuk memantau kesiapan penanganan wabah pandemi virus corona. Sebetulmya kalau penugasan bidang ekonomi. Tapi yang kami pantau juga bukan cuma kesediaan pangan saja. Melainkan juga ketersediaan panqan dan pemenuhan logistik dan asupan gizi untuk para pasien serta para tenaga medis. Sampai sejauh ini penanganan pasien dan juga kesiapan tenaga medis sudah memadai," kata Sari, usai kegiatan. 

Dikatakan Sari, dari Komisi II DPRD Provinsi Jabar, ia ditugaskan untuk memantau aktivitas perekonomian masyarakat. Dampak pandemi virus corona ini memang luar biasa. Kegiatan ekonomi banyak yang terhambat. Sehingga diperlukan solusi untuk masalah tersebut. Diantaranya bantuan pangan untuk lebih dari 1 juta keluarga di Jabar.

"Memang bantuan untuk 1 juta orang lebih dari Pemrov Jabar itu tidak akan cukup. Nanti yang sampai ke warga Kab Bandung juga yah berapa. Sehingga ada penerima yang diprioritaskan dan memang harus dibantu. Ini menjadi tugas kita semua, untuk bersama sama saling membantu. Selain itu, kita semua juga punya tugas bersama untuk terus mengedukasi masyarakat. Jika kita bersama sama saya yakin musibah ini akan segera berlalu," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sari Sundari juga menyerahkan bantuan beberapa paket pakaian Alat Perlindungan Diri (APD). APD tersebut memang sangat dibutuhkan oleh para tenaga medis disemua rumah sakit, termasuk oleh para tenaga medis di RSUD Majalaya yang sehar hari berhadapan dengan resiko penularan berbagai penyakit. 

Direktur Utama (Dirut) RSUD Majalaya, Tuty Heryati mengatakan, terdapat 48 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 19 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 2 Orang Tanpa Gejala (OTG) yang ditangani RSUD Majalaya.

“Sampai saat ini yang masih dirawat sebanyak lima orang, Alhamdulillah sisanya pulang dengan hasil negatif," kata Tuty.

Tuty menjelaskan, ruang isolasi RSUD Majalaya memiliki 18 tempat tidur di zona hijau, 2 tempat tidur di zona kuning dan 2 tempat tidur di zona merah. Kata dia, petugas medis yang disiapkan untuk penanganan kasus virus corona sebanyak 300 orang.

“Jika angka kasusnya bertambah, kami telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung untuk penambahan SDM. Sementara untuk APD, kami agak kesulitan untuk mendapatkannya. Tapi Alhamdulillah dengan adanya bantuan APD dari berbagai pihak, semuanya bisa teratasi,” ujarnya.(rd dani r nugraha).