Dilarang Mudik, ASN di Kabupaten Bogor Pasrah

Dilarang Mudik, ASN di Kabupaten Bogor Pasrah
Kasie Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP Kab Bogor, Joko Widodo. (Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor -  Sejumlah ASN di Kabupaten Bogor pasrah soal kemungkinan besar larangan mudik lebaran. Mereka akan patuh terhadap keputusan pemerintah.

MenPAN - RB Tjahyo Kumolo sudah menerbitkan surat edaran nomor 41 tahun 2020 tentang pembatasan ke luar daerah atau mudik kepada seluruh ASN dalam upaya pencegahan penyebaran wabah virus corona (covid 19).

"Saya pasrah aja kalau ada larangan ASN mudik ke luar daerah, padahal biasanya atau sudah ada rencana mudik ke rumah mertua di Kota Bandung, mudah - mudahan mertua maklum karena kebijakan MenPAN - RB ini kan sifatnya nasional," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bogor Oetje Soebagdja kepada wartawan, Selasa (7/4).

Pria ramah senyum ini menambahkan larangan mudik ke luar daerah bagi para ASN dan lainnya adalah demi kebaikan kita semua, agar masyarakat terutama keluarga tidak tertular wabah virus corona.

"Tidak hanya ASN, semua lapisan masyarakat juga harus bijak demi kesehatan dan keselamatan kita semua karena jujur saya takut tertular wabah virus corona walaupun kabarnya presentase kematiannya terbilang rendah," tambahnya.

Pendapat serupa diamini oleh Kasie Penyelidikan dan Penyidikan bidang penegakan perda Satpol PP Kabupaten Bogor Joko Widodo karena bagaimanapun seluruh ASN se Indonesia dibawah 'komando' MenPAN - RB Tjahyo Kumolo.

"Sebagai bawahan kita ikuti arahan MenPAN - RB Tjahyo Kumolo untuk tidak mudik, tetapi didalam hati ada harapan semoga kebijakan itu dicabut dengan alasan virus corona tidak mewabah lagi," ucap Jokowi sapaan akrabnya.

Pria asli Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah ini menuturkan alasan dirinya berharap adanya revisi kebijakan larangan ASN mudik ke luar daerah karena ayahnya baru saja meninggal dunia beberapa waktu lalu.

"Pengennya kan ikut tahlilan 40 hari setelah ayah saya meninggal pada Jumat (24/3) lalu, namun karena kemungkinan tetap dilarang  mungkin tahlilannya via live  streaming aja," tuturnya.

Dian Heru Kasie Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menjelaskan bahwa dirinya juga pasrah tidak bisa mudik, namun karena kebetulan kedua orang tua maupun mertua sudah meninggal dunia kebijakan tersebut tidak begitu mengecewakannya.

"Kebetulan orang tua di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur dan mertua di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah sudah meninggal dunia, hingga kalaupun mudik lebaran tahun ini kami hanya ke Jakarta, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabotabek) saja karena sanak saudara juga sudah berkarir disini," jelas Dian. (Reza Zurifwan)