Demi Penerapan PSBB, Pemkab Bogor Siap Geser Kegiatan APBD Lagi

Demi Penerapan PSBB, Pemkab Bogor Siap Geser Kegiatan APBD Lagi
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Pemkab Bogor bersiap  merecofusing atau menggeser kegiatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 lagi di parsial ketiga demi penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

PSBB merupakan program pemerintah pusat hingga pemerintah daerah yang bertujuan  untuk mencegah penyebaran dan memutus rantai  wabah virus corona (Covid-19) yang semakin hari semakin meningkat jumlah kasusnya.

“Pemprov Jawa Barat sudah mengusulkan PSBB hingga Kabupaten Bogor pun siap mengajukan hal yang sama dalam waktu dekat ini," kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Rabu (8/4/2020).

Dia menerangkan, demi memenuhi ketersediaan kebutuhan dasar rakyat, maka Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bogor akan menggeser lagi sejumlah kegiatan belanja di APBD Kabupaten Bogor tahun  ini.

"Sebelumnya, TAPD dan Banggar DPRD Kabupaten Bogor sudah menggeser sejumlah kegiatan belanja di APBD Kabupaten Bogor tahun 2020. Dimana Rp477 miliar untuk penanganan bencana alam banjir bandang, longsor dan gempa serta penangganan wabah virus corona. Untuk penerapan PSBB ini kami  akan merumuskan apa saja yang akan dilakukan pada saat diberlakukan PSBB," terangnya.

Ade menuturkan, bersama Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor akan mengkaji syarat-syarat  yang harus dipenuhi untuk menerapkan PSBB, termasuk kesiapan daerah dalam aspek ketersediaan kebutuhan dasar rakyat, sarana prasarana kesehatan, anggaran operasional, serta aspek jaring keamanan.

"Semua syarat-syarat diberlakukannya PSBB ini sedang kami inventaris dan siapkan untuk nantinya diserahkan ke Pemprov Jawa Barat maupun Kementerian Kesehatan (pemerintah pusat)," tutur Ade.

Dia menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh Dinas Kesehatan per Selasa (7/4/2020) malam kemarin ada 23 warga Kabupaten Bogor yang terpapar atau terkonfirmasi wabah virus corona, dimana dinyatakan sembuh sebanyak 3 orang, dinyatakan meninggal 3 orang dan positif aktif sebanyak 17 Orang.

"Selain itu, jumlah PDP (pasien dalam pengawasan) ada 325 orang dimana 9 orang di antaranya telah meninggal dunia. Sedangkan, jumlah ODP (orang dalam pemantauan) ada 324 orang. Mereka tersebar di 9 kecamatan yaitu Kecamatan Cibinong, Bojonggede, Gunung Putri, Citeureup, Cileungsi, Jonggol, Ciomas, Ciampea, dan Parungpanjang," jelasnya.

Ade melanjutkan Pemkab Bogor  juga akan segera melaporkan data berdasarkan hasil tes masif  menggunakan rapid test Covid-19 dan uji swab di Bumi Tegar Beriman beserta peta persebaran Covid-19 kepada Pemprov Jawa Barat.

"1.600 alat rapid test Covid-19 belum semuanya kami gunakan dan apabila sudah tuntas pelaksanaannya kami akan laporkan kepada Pemprov Jawa Barat," lanjut Ade. (Reza Zurifwan)