Ini Tekad Esteban Vizcarra Jika Kompetisi Kembali Bergulir

Ini Tekad Esteban Vizcarra Jika Kompetisi Kembali Bergulir

INILAH, Bandung,- Gelandang Persib Bandung, Esteban Vizcarra memastikan akan memanfaatkan dengan baik penundaan Liga 1 2020. Terlebih penundaan itu terjadi hingga akhir Mei.

Pemilik nomor punggung 10 ini akan berlatih cukup keras mengembalikan performa terbaiknya. Sebab di tiga pertandingan awal, penampilannya dirasa belum maksimal. Terbukti, gelandang naturalisasi asal Argentina ini belum menyumbangkan gol untuk Persib Bandung dari total bermain selama 270 menit.

Padahal sebelum membela Persib, Vizcarra menjadi gelandang yang cukup subur. Tercatat, 11 gol dia sumbangkan untuk Sriwijaya FC di musim 2018, 7 gol untuk Arema FC di musim 2017 dan 10 gol untuk Semen Padang di musim 2014.

"Tapi yang terpenting adalah tim kami menang dari hasil kerja keras bersama. Saya ingin cetak gol, tapi kemenangan tim yang lebih penting. Saya percaya gol akan datang sendiri," ungkap Vizcarra seperti dilansir laman resmi Persib.

Namun, Vizcarra merasa untuk saat ini yang lebih penting kompetisi bisa kembali digulirkan. Sebab dia mengaku sudah merasa sangat rindu dengan aktivitasnya sebagai pesepak bola.

Karena itu, Vizcarra berharap pandemi virus corona (Covid-19) ini segera berakhir. Sehingga dia termasuk masyarakat lainnya bisa kembali menjalani aktivitas seperti biasanya. "Untuk saat ini yang penting orang-orang sehat dulu," tegasnya.

Sejauh ini, Vizcarra masih fokus menjaga kebugarannya. Bahkan dia merasa terbantu dengan program latihan yang diberikan jajaran pelatih. "Kami mendapatkan program latihan dari tim pelatih. Program latihannya bagus dan membuat kondisi saya juga bagus. Saya berlatih setiap hari," katanya.

Meski demikian, Vizcarra berharap agar program latihan secara mandiri ini bisa segera berakhir. Dia berkeinginan kehidupan kembali berjalan norma, bisa menjalani latihan bersama, menjalankan kembali pertandingan dan kembali melakukan aktivitas seperti biasanya. "Kesulitannya karena sendiri-sendiri dan masing-masing. Tapi kita harus tahu situasi ini sulit. Yang penting orang-orang sehat dulu," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)