Awas Ancaman DBD di Tengah Pandemik Corona

Awas Ancaman DBD di Tengah Pandemik Corona

INILAH, Bandung-  Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap ancaman DBD. Pasalnya, di musim penghujang ini tidak hanya Covid-19,tetapi juga ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD). Tercatat sebanyak 33 orang meninggal dunia di Jawa Barat akibat terjangkit penyakit DBD dari awal tahun hingga Maret 2020 ini.  

Angka tersebut memang lebih banyak bila disandingkan kasus Covid-19 yang hingga Rabu (8/4/2020) ini, tercatat 29 orang meninggal dunia di Jabar. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sedang concern menyikapi dua ancaman penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan, tidak hanya Virus Corona, namun DBD pun tetap harus ditanggulangi. Adapun data kasus DBD sampai dengan awal April 2020 tercatat 6.259 penderita. Dia merincikan, bulan Januari 1965 penderita, Februari 2080 penderita, Maret 1875 penderita dan April minggu pertama sebanyak 339 penderita.

"Untuk kasus kematian Januari 20 orang, Februari 12 orang dan Maret 1 orang sehingga total kematian DBD di Jabar sebanyak 33 orang," ujar Berli, Rabu (8/4/2020).

Bila melihat jumlah kasus positif Covid-19 di Jabar, saat ini tercatat 343 orang dan yang sembuh 17 orang.  Berli mengatakan, di tengah situasi saat ini, pihaknya tetap bekerja sebagai satu tim dan satu kesisteman. "Tidak bisa dibagi-bagi karena orangnya juga terbatas. Sambil menanggulangi Covid- 19 sekalian melakukan Penanggulangan DBD. Alhamdulillaah sejauh ini bisa tertangani semua karena bekerja dengan SOP dan IT," kata dia

Keberhasilan pengendalian penyakit di Jabar, kata dia, baru akan terwujud kalau masyarakat berkontribusi aktif. Misalnya untuk DBD, masyarakat menerapkan PSN Mandiri dengan 3M++. Untuk Covid-19, masyarakat menerapkan physical distancing, kampanye masker kain di lingkungan sendiri, PHBS, dan segera menghubungi petugas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala-gejala DBD maupun Covid-19.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ingatkan warga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) seiring dengan demam berdarah dengue (DBD) yang mulai meningkat di tengah masyarakat saat ini.

Diakui dia, kewaspadaan terhadap DBD jangan sampai tertutup dengan isu wabah Covid-19 yang saat ini tengah merebak dan sudah ada di Indonesia. "Sudah diingatkan terkait masalah penyakit yang musim hujan, pemerintah sudah mengimbau untuk lakukan PSN. Kadang-kadang berita ini (DBD) kalah (dengan Covid-19) padahal fatalitynya (DBD) lebih tinggi (daripada Covid-19)," ujar Ridwan, di Gedung Sate, Selasa (10/3/2020)

Ridwan pun meminta pihak-pihak terkait untuk memonitor kasus DBD di Jabar dan masyarakat pun diimbau untuk melakukan PSN dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). "Mudah-mudahan masyarakat lebih lebih peduli lagi menjaga kebersihan diri dan lingkungannya agar terhindar dari penyakit," kata dia. (rianto nurdiansyah)