Sejumlah Sekolah Di KBB Gelar Ujian Sekolah Berbasis Daring

Sejumlah Sekolah Di KBB Gelar Ujian Sekolah Berbasis Daring
Foto : Siswa SMP di KBB sedang mengikuti Ujian Sekolah berbasis daring (Istimewa)

INILAH, Ngamprah- Sejumlah sekolah jenjang  SMP di Kabupaten Bandung Barat melaksanakan ujian sekolah berbasis daring (online). Hal tersebut telah sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat yang dituangkan dalam surat edaran (SE) No.4 tahun 2020. Aturan ini berisi tentang bagaimana memprioritaskan kesehatan para siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.

“Karena adanya pembatasan terkait dengan penyebaran Covid-19, beberapa sekolah jenjang SMP melaksanakan Ujian Sekolah untuk siswa kelas IX dengan moda daring,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan KBB, Dadang A. Sapardan pada INILAH, Rabu (8/4/2020). 

Selain itu, kata Dadang, pihaknya pun mengacu pada surat edaran yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan, setiap sekolah tidak diwajibkan melaksanakan asesmen tulis untuk penetapan kelulusan siswa kelas IX. Namun, lanjut dia, jika sekolah memiliki kesiapan untuk melaksanakannya.

Lebih lanjut dia menerangkan, Ujian Sekolah dalam bentuk asesmen tulis dapat dilakukan dengan menggunakan moda daring. Kendati demikian, pelaksanaannya ini tidak boleh memberatkan siswa dan orang tua siswa, terutama dalam kaitan dengan fasilitasi sarananya, semisal pengadaan android dan kuota internet.

“Pelaksanaan Ujian Sekolah dilarang untuk memberatkan siswa dan orang tua, terutama terkait dengan pengadaan android dan kuota internetnya,” terangnya.

Dadang menjelaskan, berdasarkan data pada Bioun yang diambil dari Dapodikdasmen, pada tahun 2020 di Kabupaten Bandung Barat terdapat 178 sekolah jenjang SMP yang menjadi pelaksana Ujian Sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 19.874 siswa. 

"Berkenaan dengan adanya kebijakan belajar dari rumah yang merupakan imbas dari penyebaran Covid-19, setiap sekolah diberi beberapa opsi untuk mendapatkan nilai Ujian Sekolah dari setiap siswa kelas IX," jelasnya.

Dikatakan Dadang, opsi yang bisa diambil di antaranya menginventarisasi dan menilai protofolio nilai rapor dan prestasi siswa yang diperoleh sebelumnya serta memberi penilaian terhadap penugasan yang diberikan kepada siswa. Opsi selanjutnya adalah pelaksanaan Ujian Sekolah dengan asesmen tulis. Pelaksanaan asesmen tulis ini wajib dilaksanakan moda daring dan didasari oleh kesiapan unsur yang terlibat di dalamnya.

“Pelaksanaan Ujian Sekolah dengan asesmen tulis dilakukan dengan syarat adanya kesiapan sarana dan seluruh unsur pelaksananya, mulai guru, siswa, sampai orang tua siswa,” ujarnya.

Dadang memaparkan, dari 178 sekolah yang didata sebelum pencegahan penyebaran Covid-18, sebanyak 50 sekolah jenjang SMP yang melaksanakan US daring. Salah satunya SMPN 4 Cikalongwetan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan Ujian Sekolah daring.

"Semua guru di fasilitasi pulsa internet, siswa yang punya HP tapi sering tidak aktif di beri pulsa internet, dan soal-soal diberikan dalam bentuk soft file. Alhamdulillah di hari ketiga semua berjalan lancar," paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum SMP, Samid Rusmana mengatakan, bagi yang melaksanakan Ujian Sekolah dengan format asesmen tulis diselenggarakan oleh sekolah mulai tanggal 6 sampai dengan 11 April 2020. Menurutnya, meski waktu yang ditetapkan tidaklah mengikat, sekolah bisa saja menjadwalkan setelah tanggal tersebut dan dipastikan dilaksanakan pada bulan April 2020. 

"Untuk waktu pelaksanaannya fleksibel. Sekolah bisa menetapkan waktu pelaksanaannya, sesuai dengan situasi dan kondisi dari sekolah masing-masing," katanya.

Untuk pelaksanaan ujian ini, lanjut Samid, pihaknya telah menerjunkan para pengawas pembina untuk melakukan pemantauan ke setiap sekolah binaannya. Pemantauan oleh para pengawas pembina pun tetap dilaksanakan dengan moda daring.

“Waktu pelaksanaan ujian diserahkan pada sekolah masing-masing, yang pasti tidak melewati bulan April ini,” tandasnya. (agus sn).