Akhirnya, Persib Bayar Gaji Pemain 25 Persen dari Nilai Kontrak

Akhirnya, Persib Bayar Gaji Pemain 25 Persen dari Nilai Kontrak
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. (Muhammad Ginanjar)

INILAH, Bandung - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar memastikan gaji pemain selama penundaan kompetisi sebesar 25% dari nilai kontrak.

Besaran itu kata Umuh dikeluarkan karena sesuai dengan keputusan PSSI yang menyebutkan bahwa angka 25% menjadi angka yang wajar lantaran tidak adanya kompetisi yang dijalani.

Kompetisi bertajuk Liga 1 2020 ini dihentikan sementara waktu karena wabah virus corona (Covid-19). Rencananya kompetisi akan kembali digulirkan pada awal Juni. 

"Ini kan kebijakan dari PT PBB untuk mengambil keputusan. Karena ini juga sesuai anjuran PSSI," kata Umuh saat dihubungi, Rabu (8/4/2020). 

Umuh mengatakan bisa saja Persib membayar gaji pemainnya di atas 25%. Namun hal itu tak dilakukan karena akan menjadi kecemburuan bagi klub lainnya. 

"Kalau dibedakan dengan yang lain, pasti nanti jadi kecemburuan dan jadi permasalahan. Takutnya kena sanksi dari PSSI atau bagaimana. Maka kita ikuti dulu saja aturan," tuturnya.

Sebenarnya, Persita Tangerang menjadi tim peserta Liga 1 2020 yang memangkas gaji pemainnya cukup rendah. Yakni hanya 10% dari nilai kontrak. 

"Kalau hanya 10% berarti tidak mengikuti aturan dan tidak manusiawi juga. 25% itu keputusan PSSI yang harus kita ikuti. Siapa tahu kan cuma satu atau dua bulan keadaan sudah membaik. Kalau 10% saya khawatir pemainnya malah pada kabur, nanti jadi masalah dan buat kacau tim lain," bebernya. 

Umuh pun lega lantaran gaji 25% ini bisa diterima para pemainnya. Sebab para pemain sangat mengetahui dengan kondisi persepak bolaan Indonesia. 

"Pemain sudah dijelaskan, mereka menerima dan tahu kondisi ini. Apa boleh buat. Kalau mereka gak terima mungkin bagaimana lagi," katanya. 

Disinggung mengenai sumber dana untuk membayar gaji pemainnya, Umu sebut bahwa gaji ini dibayar dari uang saku pribadi Direktur PT PBB, Glenn Sugita. 

"Mungkin juga ada cadangan keuangan PT PBB yang dikeluarkan. Tapi gak berapa jumlah dana cadangannya. Yang pasti akan dibayarkan untuk bulan April, Mei dan mungkin sampai Juni," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)