Pandemi Corona, 2 Warga Cimahi Akan Merantau ke Jepang

Pandemi Corona, 2 Warga Cimahi Akan Merantau ke Jepang
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Cimahi- Di tengah pandemi virus corona, dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kota Cimahi akan diberangkatkan ke Jepang April mendatang. Wilayah tujuannya disebut masih terbebas dari virus mematikan itu.

Kabid Penempatan Pelatihan Tenaga Tenaga Kerja dan Transmigradi Disnaker Kota Cimahi, Isnendi menyebutkan, rekomendasi keberangkatan keduanya diperoleh sebelum mewabahnya virus corona ini.

"Kebetulan di Jepang-nya adalah Osaka dan Hirosima, kota yang terbebas dari Covid-19," kata Isnendi saat ditemui, Rabu (8/4/2020).

Dua orang TKI atau disebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut merupakan bagian dari warga Kota Cimahi yang rencananya bekerja di luar negeri tahun ini. Awalnya ada 13 orang yang rencananya berangkat mengadu nasib di negeri orang awal tahun ini. Namun 10 lainnya dicancel.

Untuk data tahun 2019, terang Isnendi, tercatat ada 16 warga asal Kota Cimahi yang sudah memperoleh rekomendasi untuk diberangkatkan ke berbagai negara. Dari jumlah tersebut, 8 orang di antaranya sudah diberangkatkan melalui agennya masing-masing.

"8 Orang lagi baru akan berangkat tahun 2020. Berhubung ada Covid-19 jadi di-cancel dulu," ungkap Isnendi.

Isnendi menyampaikan, berdasarkan hasil koordinasi dengan agen, 8 orang TKI legal yang sudah berada di Malayasia, Hongkong, Taiwan dan Jepang dalam kondisi aman dan sehat.
Artinya, jumlah TKI asal Kota Cimahi yang gagal berangkat akibat virus corona ini mencapai 18 orang. 

"Rinciannya, 8 orang hasil pendaftaran ditahun 2019 dan 10 orang hasil rekomendasi tahun 2020," ujarnya. 

Dari data Disnaker Kota Cimahi, mereka yang sudah berangkat atau ditunda keberangkatannya akan bekerja sebagai house maid, operator produksi, care diver, domestic worker, pembantu restoran, operator industri, study dan magang. Kemudian kontruksi, SSW bidang agriculture, guru, hingga bekerja part time.