Banjir Masih Mengepung, Bantuan Makanan untuk Pengungsi Disetop Pemkab Bandung

Banjir Masih Mengepung, Bantuan Makanan untuk Pengungsi Disetop Pemkab Bandung

INILAH, Bandung - Hingga Kamis (9/4/2020) ini, ratusan rumah di dua RW Desa/Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung masih digenangi banjir dari luapan Sungai Citarum. Sebanyak 250 orang warga masih bertahan di pengungsian di gedunh SDN Bojongsoang 2 dan di SDN Cijagra.

Kepala Desa Bojongsoang Acep Syahrul Mulyaman mengatakan, genangan air setinggi kurang lebih 120 cm di RW 9 dan RW 10. Saat ini, warga dari dua RW tersebut masih berada di pengungsian. Hujan yang masih terus mengguyur menjadi penyebab tak kunjung surutnya banjir yang menggenangi rumah mereka.

"Pengungsian masih ada, karena memang air belum surut. Ketinggian air yang paling dalam 120 cm," kata Acep melalui sambungan telepon, Kamis (9/4/2020).

Menurut Acep, seiring dengan telah dicabutnya status tanggap darurat bencana oleh Pemerintah Kabupaten Bandung maka suplai makanan dari dapur umum yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun dihentikan. Sehingga, saat ini untuk menutupi kebutun makan para pengungsi pihak desa mengandalkan pada logistik yang diterima dari para donatur.

"Dapur masih ada, tapi mandiri. Kalau dari Pemkab cuma empat hari kemarin saja, sekarang kami masih ada sisa bahan makanan sumbangan dari donatur. Ini juga beras paling cukup untuk sehari besok saja," ujarnya.

Acep menyebutkan, kondisi serupa juga dialami sebagian warga yang berada di daerah langganan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot dan Baleendah. Banjir masih mengepung ribuan rumah di Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, dan Dayeuhkolot.

"Kami yang berada di daerah langganan banjir cukup repot. Desa Bojongsoang ini ada 18 RW dua RW di antaranya adalah langganan banjir. Apalagi sekarang bersmaan dengan wabah virus corona, banjir tahun ini sangat berat sekali," katanya. (Dani R Nugraha)