DPRD Soroti Kecelakaan Kerja Mall Boxies 123

DPRD Soroti Kecelakaan Kerja Mall Boxies 123
Kecelakaan kerja terjadi di proyek Mall Boxies 123
INILAH, Bogor - Kecelakaan kerja di proyek Mall Boxies 123 di Jalan Raya Tajur, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PKS, Adityawarman Adil.
 
Kecelakaan tersebut mmengakibatkan lima pekerja mengalami luka-luka. Adit meminta pemerintah melalui dinas terkait segera melakukan investigasi terhadap peristiwa tersebut.
 
"Harus diinvestigasi, apakah standar operasional sudah diterapkan atau belum. Dan dalam hal ini perusahaan mesti bertanggung jawab penuh," ungkap Adit kepada wartawan pada Kamis (17/01) siang.
 
Menurut Adit, pengusaha harus memperhatikan aspek K3 dan kesehatan kerja para pekerjanya. 
 
"Kalau perlu diberi asuransi, sehingga bila hal yang tak diinginkan terjadi dapat dicover," tambahnya.
 
Adit menegaskan, bahwa perusahaan harus memperketat fungsi pengawasan, terlepas kejadian itu terjadi akibat kelalaian atau murni kecelakaan kerja. 
 
"Yang pasti bagaimana fungsi pengawasannya. Biar bagaimanapun perusahaan harus bertanggung jawab," tegasnya.
 
Sementara itu, Koordinator Project PT Rekagunatek selaku pengembang, Efendi Simanjuntak mengatakan, bahwa kedua pekerja yang dilarikan ke rumah sakit sudah diperbolehkan pulang lantaran hanya menderita luka ringan. 
 
"Jadi hanya menderita luka benturan karena terjepit ataupun karena ada yang meloncat," ungkapnya.
 
Ia menjelaskan, peristiwa kecelakaan  terjadi lantaran kesalahan teknis karena kelalaian pekerja kurang kuat mengencangkan bodeman untuk bekisting sehingga mengakibatkan scaffolding berputar dan merosot saat dinaiki pekerja.
 
"Akibatnya alat-alat yang ada di atas scaffolding merosot sehingga alat-alat di atasnya berjatuhan. Jadi tak benar ada pondasi yang ambruk. Kami akan review peristiwa ini karena baru sekali terjadi," jelasnya. 
 
Efendi juga mengatakan bahwa pihaknya beetanggung jawab penuh dalam memberikan pengobatan terhadap pekerja yang terluka. 
 
"Kami tanggung jawab dengan memberikan pengobatan. Dan kedepannya akan lebih memastikan keamanan dalam pengerjaan, kalau pekerja diwajibkan memakai peralatan safety diareal proyek," pungkasnya.