Disdik KBB Perpanjang Masa Belajar Di Rumah Hingga 25 April Mendatang

Disdik KBB Perpanjang Masa Belajar Di Rumah Hingga 25 April Mendatang
Foto : Kepala Bidang SMP Disdik KBB, Dadang A. Sapardan (Istimewa)

INILAH, Ngamprah- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat kembali memperpanjang masa belajar di rumah bagi seluruh jenjang pendidikan di wilayah KBB. Hal tersebut sesuai dengan surat edaran (SE) Bupati Bandung Barat Nomor 420/898/- Disdik per tanggal 9 April 2020.

Kepala Bidang SMP, Dadang A. Sapardan mengatakan, semua sekolah dari berbagai jenjang pendidikan sudah diberi informasi lewat bidangnya masing-masing terkait dengan penambahan atau perpanjang masa belajar di rumah. Karena memang berdasarkan surat edaran terdahulu perpanjangan belajar di rumah itu sampai tanggal 11 April, yaitu Sabtu besok.

"Karena melihat kondisi penyebaran Covid-19 ini masih terus berlangsung, maka kami perpanjang sampai tanggal 25 April 2020 mendatang," kata Dadang kepada INILAH, Kamis (9/4/2020).

Dadang menuturkan, terkait informasi yang beredar tentang salah satu sekolah yang melaksanakn kegiatan di sekolah, pihaknya menjelaskan, bahwa dari informasi kepala sekolah tersebut, mereka juga melaksanakan pembelajaran di rumah. 

"Meski pada hari Senin kemarin ada pelaksanaan ujian sekolah, tetap saja mereka melakukan ujian sekolah secara daring," tuturnya.

Terkait dengan adanya perpanjangan masa belajar di rumah, menurut Dadang, penambahan kuota itu memang dimungkinkan. Dari hasil teleconference dengan kementrian, bahwa sekolah bisa memanfaatkan dana bos untuk pemberian kuota bagi guru dan kalau memungkinkan kepada anak-anak yang sisi kemampuannya minim namun memiliki android.

"Jadi selama ini pembelajaran dilakukan sesuai edaran yang berlaku, dan dalam beberapa minggu kebelakang guru-guru sudah diberi kuota oleh sekolah, tetapi memang kalau siswa ini seperti di beberapa sekolah diberi kuota karena terkait kebutuhan ujian sekolah saja," ujarnya.

Dadang menjelaskan, tidak ada batas terkait pembelian kuota, itu diserahkan kepada kepala sekolahnya. Sepanjang nanti dilakukan pergeseran anggaran ujian nasional yang seharusnya kemarin dilaksanakan atau anggaran ujian sekolah yang seharusnya dilaksanakan bisa di arahkan untuk pembelian kuota itu.

Kemudian, lanjut Dadang, sekolah diarahkan untuk memanfaatkan anggaran tersebut untuk membeli hand sanitizer, masker, dan disinfektan guna mensterilkan ruang sekolah dan bangunan sekolah. 

"Itu nanti dimasukan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) mereka masing-masing," ujarnya.

Dadang mengimbau,  kepada para guru-guru untuk memberi materi yang tidak memberatkan bagi para siswa, sehingga mereka bisa belajar dengan santai di rumah.

"Untuk siswa ikuti arahan guru dan manfaatkan waktu belajar sebaik mungkin," pungkasnya. (agus sn).