Dukung Pembelajaran Daring USB YPKP Ganti Biaya Paket Internet

Dukung Pembelajaran Daring USB YPKP Ganti Biaya Paket Internet
Foto : Rektor USB YPKP, Asep Effendi (Agus SN/INILAH)

INILAH, Bandung- Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung akan memberikan bantuan biaya pengganti paket internet kepada seluruh mahasiswa sebagai bentuk dukungan dalam pelaksanaan pembelajaran daring (online).

Rektor USB YPKP, Asep Effendi mengatakan, 
tentu beberapa poin utama yang Sangga Buana sudah lakukan dan akan dilakukan ke depan sambil menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah, yaitu kebijakan terkait dengan kondisi dimana para mahasiswa tidak bisa lagi datang ke kampus untuk melakukan perkuliahan.

"Maka mulai bulan April ini kami mengeluarkan kebijakan tentang pemberian semacam insentif atau biaya kegiatan PBM yang menggunakan kuota internet itu akan diberikan dalam bentuk cashback dari uang kuliah mereka. Insyaallah kita siapkan lebih kurang tiga bulan, seandainya itu masih dibutuhkan penyesuaian, maka kita pun akan melakukan penyesuaian," katanya kepada INILAH melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (10/4/2020).

Asep mengaku, secara prinsip, pihaknya mensupport kegiatan PBM berbasis online, jangan sampai mahasiswa terganggu dengan pembiayaan yang harus mereka hadapi. Namun, lanjut dia, dengan beberapa pertimbangan berdasarkan potensi keuangan yang dimiliki, juga berdasarkan biaya kuliah yang mereka sampaikan kepada kampus.

"Untuk sementara kita keluarkan cashback itu sebesar Rp 100 ribu, tentu ini sudah ada perhitungan yang sudah dikoordinasika, karena kita juga masih membangun kerjasama dengan beberapa provider yang bisa mensupport itu, tapi intinya cashback itu bisa dilakukan lebih dulu meski kerjasama itu belum terwujud," paparnya.

Asep menuturkan, terkait mekanismenya adalah ketika mahasiswa membayar uang kuliah, otomatis bagian keuangan akan meretur sebesar 100 ribu pada rekening pribadi mahasiswa. 

"Oleh karena itu, mereka diminta untuk memberitahu nomor rekening yang bisa dijadikan untuk kami mentransfer ulang  dana yang mereka miliki atau hak mereka untuk stimulan ini," tuturnya.

Asep menjelaskan, terkait dengan pemberian cashback ini, pihaknya tidak membedakan antara mahasiswa pagi maupun sore. Jadi, kata Asep, semua akan mendapat bagian yang sama karena pihaknya melihat kebijakan ini berlaku menyeluruh.

"Jadi dengan demikian ini menjadi satu trigger untuk bisa kita maksimal dalam ikhtiar. Dan pembelajaran kita bisa tetap berkualitas, serta mahasiswa juga tidak terlalu terbebani dengan yang namanya biaya internet," jelasnya.

Asep mengimbau bagi seluruh dosen dan mahasiswa agar tetap berkarya meski dalam kondisi seperti saat ini.

"Insyaallah kita akan tetap optimal dalam berkarya walau ada dirumah atau ruangan, karena didukung teknologi. Sangga Buana Bisa," pungkasnya. (agus sn).