Terkait Covid-19, MUI Kabupaten Bandung: Kaum Muslim Patuhi Imbauan Pemda

Terkait Covid-19, MUI Kabupaten Bandung: Kaum Muslim Patuhi Imbauan Pemda
Ketua Bidang Infokom MUI Kabupaten Bandung, Aam Muamar. (agus sn)

INILAH, Soreang - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung segera menetapkan fatwa terkait hukum mudik dalam kondisi darurat Covid-19. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan Imbauan Gubernur Jawa Barat dalam rapat koordinasi seluruh MUI kabupaten/kota se- Jawa Barat melalui video conference pada tanggal 9 April 2020 kemarin.

"Kami (MUI) diimbau oleh gubernur untuk menginstruksikan lembaga yang berada di bawah MUI agar dapat meringankan beban kaum muslimin yang terdampak darurat Covid-19 secara finansial, mengimbau agar jenazah covid-19 tidak ditolak penguburannya, dan pantauan implementasi physical distancing di daerah masing-masing," ungkap Ketua Bidang Infokom MUI Kabupaten Bandung, Aam Muamar kepada INILAH melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (10/4/2020).

Aam menjelaskan, ada empat poin penting yang harus di informasikan kepada seluruh kaum muslim, khususnya yang ada di Kabupaten Bandung, antara lain pertama, dihimbau kepada warga Kabupaten Bandung, baik yang berada di luar maupun yg di dalam kota, untuk tidak mudik pada Bulan Ramadan atau Hari Raya Idul Fitri tahun 1441H/2020 ini.

"Bila memperhatikan kondisi darurat seperti sekarang, melakukan mudik, hukumnya bisa 'haram'," jelasnya.

Kedua, kata Aam, untuk meringankan beban ekonomi warga yg terdampak darurat Covid 19 di wilayah Kabupaten Bandung, diminta agar kaum muslim dapat memberdayakan dan mengoptimalkan zakat, infak, serta sedekah di wilayahnya masing-masing. "Di sini lembaga terkait harus berkoordinasi dengan pemerintah setempat," katanya.

Aam melanjutkan, untuk keamanan dan kemaslahatan bersama, diharapkan agar, selama Ramadhan, tidak ada kegiatan salat tarawih bersama di masjid-masjid serta salat Idul Fitri. "Kaum muslim agar melaksanakannya di rumah masing-masing secara berjamaah dengan keluarga inti," ujarnya.

Aam menegaskan, seandainya sampai terjadi, ada warga yg wafat karena Covid 19, agar tidak ditolak jenazahnya untuk dikuburkan di daerah setempat.

"Perlakukanlah mereka secara terhormat, sebagaimana layaknya orang yang sudah meninggal. Insya Allah tidak akan terjadi penularan, karena sudah ditangani sesuai prosedur yang terstandar," pungkasnya. (agus sn)