Kedubes Australia Pastikan Wakil Quinlan Tetap di Jakarta

Kedubes Australia Pastikan Wakil Quinlan Tetap di Jakarta

INILAH, Jakarta- Kedutaan Besar Australia di Jakarta memastikan Wakil Duta Besar Allaster Cox tetap bertugas di Indonesia meskipun Duta Besar Gary Quinlan ditarik sementara pulang ke negaranya.

"Benar, Allaster Cox tetap menjabat sebagai wakil duta besar (di Jakarta, red)," kata Juru Bicara Kedubes Australia untuk Indonesia di Jakarta, Ian Gerard, saat dihubungi via pesan singkat dari Jakarta, Jumat.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia pada Kamis (9/4) mengumumkan pihaknya menarik sementara Dubes Quinlan kembali ke negaranya demi mengantisipasi risiko penularan COVID-19.

Dubes Quinlan dikabarkan akan kembali ke negaranya pada Sabtu (11/4).

"Berdasarkan saran medis, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan AO, untuk sementara dipindahkan ke Australia. Duta Besar Quinlan akan terus mengawasi kegiatan kedutaan besar dari Australia," demikian isi pernyataan tertulis Departemen Luar Negeri Australia sebagaimana dialihbahasakan pihak kedutaan.

Kedutaan Besar Australia, tempat berkantor Dubes Quinlan, berada di Jakarta, provinsi dengan tingkat penularan COVID-19 tertinggi di Indonesia. Pemerintah Indonesia melaporkan per Kamis (9/4) jumlah pasien COVID-19 di Jakarta mencapai 1.706 jiwa, hampir setengah dari total pasien secara keseluruhan di Indonesia sebanyak 3.293 jiwa.

"Ini murni tindakan pencegahan," kata Departemen Luar Negeri Australia menjelaskan alasan penarikan sementara Dubes Quinlan.

Meskipun Dubes Quinlan kembali ke Australia, ia tetap menjadi kepala perwakilan negara itu untuk Indonesia dan dia akan menjalankan tugas dari kediamannya di Canberra.

Tidak hanya itu, kedutaan besar dan kantor konsulat Australia di Indonesia masih terus beroperasi dan melayani permintaan kekonsuleran warganya.

"Kedutaan Besar dan Konsulat Australia di Indonesia akan terus melayani kepentingan Australia, termasuk memberikan dukungan konsuler kepada warga Australia pada saat yang penuh tantangan ini," terang Departemen Luar Negeri Australia lewat pernyataan tertulis. (Antara)