Emil Hadirkan TAP dan Ruang Kreativitas

Emil Hadirkan TAP dan Ruang Kreativitas

INILAH, Bandung,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat membentuk Tim Akselerasi Pembangunan (TAP). Tim tersebut dibentuk sebagai langkah percepatan dalam menyelesaikan pembangunan dengan melibatkan berbagai stakeholder.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan, fungsi TAP ini mirip Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan ( TGUPP) yang dimiliki oleh DKI Jakarta. "Sudah di SK kan. Tim Akselerasi Pembangunan. Kalau di Jakarta itu TGUPP, " ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (17/1).

Menurut Emil, tim itu diisi sejumlah ahli dari berbagai latar belakang termasuk mantan tim suksesnya saat bertarung di Pilgub Jabar lalu. Misalnya saja mantan Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Arfi Rinaldi yang dipercaya Ketua Harian TAP. Kemudian ada juga nama Lia Endiani yang masuk dalam Dewan Eksekutif.

Sementara untuk Ketua Tim Akselerasi Pembangunan itu, Emil mempercayakan kepada Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad. Kemudian ada juga nama Erry Riyana Hadjapamekas yang sempat menjadi Ketua Tim Sinkronisasi saat Ridwan Kamil baru terpilih, Indratmo Soekarno pakar lingkungan ITB dan belasan nama lainnya.

Disinggung adanya mantan tim sukses yang masuk dalam jajaran TAP, Emil meminta agar tidak dipermasalahkan. Karena dia yakin dengan orang - orang pilihannya itu.  "Ada eks timses (tim sukses), jangan terlalu apriori. Timses itu kan yang dipercaya oleh saya. Selama baik tidak melanggar aturan eksploitasi kedekatan saya kira wajar-wajar saja," katanya.

Dia mengklaim, tim yang dibentuknya telah memenuhi aturan yang ada. Tak terkecuali soal honor, setiap anggota juga akan mendapatkan sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga tidak melanggar hukum.  "Gaji ada sesuai aturan, boleh pegawai kontrak atau konsultan pribadi. Saya tidak tau detailnya yang penting sesuai aturan," ujarnya.

Selain itu, dia juga meminta agar setiap dinas memiliki penasihat untuk mengarahkan program yang akan dijalankan. Namun tugas tim penasehat ini sekadar memberi masukan kepada setiap dinas. Dengan begitu, visi misi pembangunan yang dibuatnya bisa sesuai target yang diharapkan.

Sementara itu, Ketua Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) Tri Hanggono Achmad mengatakan, tim ini dibentuk untuk memberikan masukan kepada Pemprov Jabar. Mengingat pembangunan ke depan memiliki banyak tantangan. "Gubernur bentuk tim ini karena kami mendapat tantangan kompleks distruksi perasingan, bangsa, bukan Jabar. Karena Jabar punya potensi besar signifikan untuk daya dukung," ujar Tri Hanggono.

Disamping menghadirkan TAP, Emil juga berencana untuk menghadirkan gedung pusat kreativitas di setiap kota/kabupaten di Jabar. Kendati begitu, dia tak ingin pusat kreativitas yang dibangun dengan menggunakan APBD tersebut nantinya terbengkalai. Sehingga dia mengaku telah memiliki konsep agar sarana tersebut tepat sasaran "Manajemen dan pengelolaannya serahkan ke pihak ketiga," katanya Emil.

Menurut Emil, dalam oprasional gedung kreativitas ini dilalukan pihak ketiga. Demikian, pemerintah tidak turut serta dalam pengelolaan. "Masyarakat yang mengelola, karena pemerintah tidak ikutan. Pemerintah itu bukan operator," katanya.

Dia menilai perangkat negara tersebut belum tentu memiliki sumber daya manusia yang mampu mengelola dengan baik. "Harusnya kita (pemerintah) menyediakan infrastruktur," katanya.(*)